14 September 2020, 14:20 WIB

Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional, UMKM Perlu Perhatian


Bayu Anggoro | Ekonomi

SEKTOR usaha mikro, kecil, dan menengah masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional terutama di masa pandemi virus korona seperti saat ini. Berbagai upaya diperlukan agar keberadaannya bisa tetap menopang kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi di sela-sela pelantikan pengurus besar organisasi tersebut periode 2020-2025 di Aula Mandalasaba dr. Djoenjoenan, Gedung Paguyuban Pasundan, Bandung, akhir pekan kemarin. Didi menjelaskan, sektor UMKM harus mendapat perhatian terutama di saat pelemahan ekonomi saat ini.

Baca juga: Insentif Pajak UMKM Minim Dimanfaatkan, Sosialisasi Digencarkan

Bagaimana tidak, sektor tersebut menopang sebagian besar masyarakat kita yang memang mencari nafkah dari sektor informal ini. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UMKM pada 2018, jumlah usaha di sektor tersebut mencapai 64,19 juta unit sehingga mampu menyerap 116,97 juta tenaga kerja.

"Kontribusi UMKM kepada PDB sebesar 60,34%," ucap Didi. Oleh karena itu, Didi memastikan pentingnya keberlangsungan UMKM sehingga harus mendapat perhatian yang serius agar tetap bertahan terutama pada masa pendemi.

Penguatan terhadap sektor UMKM itu, lanjut Didi, merupakan salah satu tujuan prioritas dari Paguyuban Pasundan. "Kami memperkuat kelembagaan ekonomi dengan dibukanya dua bidang ekonomi, yakni bisnis umum dan koperasi, serta usaha kecil menengah (UKM)."

Melalui penguatan itu, Didi menargetkan Paguyuban Pasundan memiliki unit UMKM yang berskala nasional di setiap kabupaten/kota. "Bahkan yang berorientasi untuk ekspor ke luar negeri," katanya.

Dia meyakini, dengan cara seperti ini akan memperjelas peran dan kontribusi organisasinya itu untuk kemajuan negara. "Setidaknya peran Paguyuban Pasundan untuk negara akan lebih terasa oleh masyarakat, paling tidak untuk kecamatan, kabupaten, atau daerahnya masing-masing."

Sementara itu, dalam pelantikan pengurus Paguyuban Pasundan ini terdapat sejumlah nama seperti Dr. Dedi Hadian selaku sekretaris jenderal, Dr. Yudi Garnida (bendahara), dan Prof. Edi Yusuf selaku ketua bidang organisasi. (BY/A-1)

BERITA TERKAIT