14 September 2020, 20:43 WIB

Kemenperin Pacu Industri Baja untuk Dongkrak Ekspor


Antara | Ekonomi

SEKTOR industri manufaktur menunjukkan geliat meski di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19 setelah baja menembus pasar ekspor.

"Kami sangat mengapresiasi PT Tatametal Lestari sebagai salah satu produsen baja nasional yang di tengah pandemi tetap dapat melakukan ekspor," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier dalam siaran pers, Senin (14/9) malam.

Ekspor industri baja seberat 1.200 ton ke Pakistan dilepas dari kawasan industri Cikarang, Jawa Barat.

Dirjen ILMATE menyampaikan, pemerintah terus berupaya meningkatkan pertumbuhan industri baja nasional dengan mendorong terciptanya iklim usaha industri yang kondusif dan kompetitif.

Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan utilisasi serta kemampuan inovatif pada sektor tersebut.

a menjelaskan, dalam mendongkrak kinerja industri baja, pemerintah juga terus mengupayakan peningkatan demand di pasar domestik, salah satunya dengan mendorong bahan baku baja dalam negeri untuk mendukung proyek strategis nasional atau konstruksi nasional yang sedang digalakkan pemerintah.

Dalam hal ini pemerintah turut menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi).

"Demand terbesar produk baja adalah dari konstruksi yang menyerap sekitar 51 persen dari produksi dalam negeri sehingga pabrik-pabrik baja dalam negeri bisa dibangkitkan utilitas-nya,” ujarnya.

Taufiek menambahkan, pada triwulan II tahun ini, industri logam dasar tumbuh 2,76 persen dan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

Sementara itu, meski tetap berproduksi saat pandemi, PT Tata Metal Lestari dan PT Tatalogam Lestari selalu mengutamakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, serta keamanan pekerja-pekerja di pabrik.

"Perusahan juga terus memonitoring kesehatan dan keamanan pekerja-pekerja di pabrik dan proyek selama masa pandemi ini," tutur CEO PT Tata Metal Lestari, Stephanus Koeswandi. (Antara/OL-09)

BERITA TERKAIT