14 September 2020, 20:05 WIB

Kota Cimahi Kembali ke Zona Merah Covid-19


Depi Gunawan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengumumkan bahwa Kota Cimahi kembali masuk zona merah, atau wilayah dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19.

"Hari ini kita ada di zona merah, ada penambahan, sekarang yang terkonfirmasi positif aktif kurang lebih 70 orang, meninggal enam orang. Memang ada lonjakan cukup tinggi," kata Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna, Senin (14/9).

Dengan demikian, Pemkot Cimahi akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang dimulai pada Selasa (15/9) dengan fokus pengetatan pengawasan aktivitas masyarakat di tingkat kelurahan. "Setiap lurah akan memerintahkan kepada ketua RW-nya agar mengunci wilayahnya masing-masing," bebernya.

Pemberlakuan PSBM sudah dikoordinasikan dengan Gubernur Jawa Barat. Teknis penerapannya pun tidak akan berbeda jauh dengan yang sudah dilakukan sebelumnya.

"Teknis PSBM itu sama seperti dulu, soalnya kata Gubernur engga usah PSBMK, tetapi PSBM saja. Jadi kita lakukan aturan seperti dulu, orang tidak bisa sembarang keluar masuk. Setiap orang luar yang menginap menghubungi lurah, puskesmas lalu di-rapid, baru diizinkan menginap," ujarnya.

Untuk menekan penyebaran Covid-19, pihaknya bakal kembali memberlakukan razia masker di pusat keramaian dan menertibkan pasar tumpah yang jadi salah satu tempat berkumpulnya massa.

"PSBM besok, kita akan mulai razia masker dan menertibkan pasar tumpah. Dari satu sisi pemakai masker sebetulnya sudah disiplin, tapi karena kejenuhan akhirnya beraktivitas keluar rumah tanpa menjaga jarak atau ada yang memang sengaja engga pakai masker," jelasnya.

Selain Cimahi, saat ini empat daerah di Jawa Barat masuk dalam zona merah di antaranya Kota Depok, Kota Bogor dan Kabupaten Bekasi. (OL-13)

Baca Juga: 25.669 Warga Jateng Terjaring Razia Protokol Kesehatan

BERITA TERKAIT