14 September 2020, 19:50 WIB

Klaster Bawaslu Mencekan Warga Boyolali, Positif Covid Jadi 700


Widjajadi | Nusantara

WABAH Covid-19 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah makin memprihatinkan seiring belum terbendungnya jumlah pasien terpapar positif di beberapa klaster, seperti di lingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), klaster petugas lapangan, dan juga klaster pasien SUG di kawasan Desa Gunung, kecamatan Simo

"Dengan adanya pertambahan 15 kasus baru pada 14 September ini, maka secara akumulatif kasus positif covid mencapai 700 kasus. Paling banyak di klaster Bawaslu yang memunculkan 103 kasus. Lalu di klaster petugas lapanga ada 33 kasus. Demikian juga di klaster pasien SUG Desa Gunung, Simo mencapai 33 kasus," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, dr. Ratri S Survivalina ketika dikonfirmasi, Senin (24/9).

Dia paparkan, rincian 700 kasus positif korona itu adalah, dirawat sebanyak 108 orang, menjalani isolasi mandiri 204 orang. Kemudian selesai isolasi 342 orang dan meninggal dunia 23 orang.

Ratri menegaskan, dari data tersebut, bisa disebutkan bahwa kondisi di Boyolali untuk prosentase kesembuhan sebesar 49 persen. " Sedangkan prosentase kematian capai 3 persen," imbuh dia.

Yang jelas, lanjut dia, dengan kondisi yang ada sekarang ini, menempatkan Kabupaten Boyolalo sebagai wilayah zona risiko tinggi atau zona merah dengan skoring indeks kesehatan masyarakat (IKM) COVID-19 1,26.

Sementara terkait 15 kasus terkonfirmasi terbaru pada 14 September, terjadi di Kecamatan Wonosamodro sebanyak 10 kasus, Juwangi satu kasus, Musuk 2 kasus, serta Selo dan Ngemplak masing-masing satu kasus.(OL-13)

Baca Juga: Satu Fakultas di UIN Suka Yogya Ditutup Sementara

 

BERITA TERKAIT