14 September 2020, 18:59 WIB

Stok Obat untuk Pasien Covid-19 Menipis


Atalya Puspa | Humaniora

DEKAN Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengungkapkan stok obat covid-19 di Indonesia kini mulai menipis.

"Obat-obat sekarang sudah mulai kosong. Diantaranya actemtra buat orang yang mengalami keadaan yang kita bilang badai sitokin, itu mulai kosong. Kemudian favipiravir susah dicari," kata Ari kepada Media Indonesia, Senin (14/9).

Permasalahan yang kini dihadapi yaitu Indonesia belum mampu memproduksi obat-obatan sendiri. Di sisi lain, banyak negara seperti Amerika Serikat, India, Malaysia, dan Australia juga berlomba-lomba untuk mendapatkan obat tersebut.

Baca juga : Jauhi Stres dan Kelelahan Anggota Keluarga di Masa Pandemi

"Saya sudah wanti-wanti, kalau begini terus siap-siapkan stok obat yang banyak," ucapnya.

Untuk mengatasi kelangkaan obat, Ari menegaskan cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengendalikan kasus. Dengan kondisi penambahan 30 ribu - 35 ribu kasus per-10 hari, Ari memprediksi pada Desember mendatang kasus covid-19 akan mencapai angka 500 ribu.

"Intinya batasi jumlah kasus. Jangan utak-atik yang lain. Orang jangan keliaran di jalan. Pemeriksaan juga harus ditingkatkan agar bisa menekan angka penyebaran dan mempercepat penanganan," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT