14 September 2020, 17:45 WIB

Harus Rogoh Kocek Rp400 Miliar untuk Renovasi Kejagung


Putra Ananda | Politik dan Hukum

BIAYA renovasi Gedung Kekajsaan Agung yang hangus terbakar pada 22 Agustus lalu ditaksir mencapai Rp 400 miliar. Kejaksaan sendiri telah mengajukan tambahan anggaran tersebut ke Komisi III DPR.

Pengajuan permintaan anggaran tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi dalam Rapat Kerja (Raker) antara Komisi III dengan Kejaksaan yang berlangsung di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/9). Setia menuturkan, dana tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki bagunan utama yang hangus terbakar.

"Musibah kebakaran terjadi setelah pembahasan pagu anggaran beralngsung. Maka anggaran pembangunan kembali gedung utama belum terakomodir dalam panggu anggaran 2021," Ujar Setia.

Setia berharap, Komisi III DPR dapat mendukung dan menyetujui tambahan anggaran 2021 senilai Rp 400 miliar tersebut. Rusaknya Gedung Utama Kejaksaan disebut oleh Setia telah menggangu kinerja para karyawan Kejaksaan.

"Bahwa surat bersama Menkeu dan Menteri ATR/Bappenas, pada pokoknya menyatakan Kejagung melalui pagu anggaran tahun anggaran 2021 sebesar Rp 9.243.319.486.000 mendapat tambahan anggaran sebesar Rp 2.285.577.000.000," ujarnya.

Baca juga : 23 Hari Usai Kebakaran Kejagung, Polri Masih Tunggu Puslabfor

Saat ini, Kejaksaan untuk sementara berkantor di di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kejaksaan Agung Kampus A, Ragunan, Jakarta Selatan. Dirinya memastikan bahwa aktifitas Kejaksaan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Kami pastikan seluruh aktivitas kerja di beberapa bidang kejaksaan yang terdampak kebakaran tetap dapat berjalan. Sementara ini menempati gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan di Ragunan dan Ceger," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi III Herman Hery menuturkan Komisi III memberikan dukungan peningkatan anggaran untuk kejaksaan. Sebelumnya DPR telah menyetujui pagu anggaran kejaksaan untuk tahun 2021 sebesar Rp 9,243 triliun.

"Ini komitmen Komisi III untuk mendukung kinerja para mitra. Meskipun dukungan anggaran masih jauh dari memadai tapi paling tidak ada penambahan-penambahan," jelas Herman. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT