14 September 2020, 17:45 WIB

Sejumlah Negara Mundur, Penyelenggaraan Thomas & Uber Diragukan


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

PERTANDINGAN bulu tangkis Piala Thomas dan Uber diragukan untuk tetap diselenggarakan pada bulan depan di Denmark, setelah beberapa negara menarik diri karena pandemi covid-19. Malaysia pun usulkan opsi pembatalan atau penundaan.

Kejuaraan tim dunia putra dan putri itu telah melakukan dua kali penundaan, dan dijadwalkan akan berlangsung pada 3-11 oktober di Aarhus, Denmark. Menjadi turnamen international pertama sejak pandemi menghentikan sejumlah agenda turnamen bulu tangkis sejak maret.

Namun Indonesia dan Korea Selatan menyatakana mundur pada akhir pekan lalu, menyusul Thailand, Australia, dan Taiwan yang memutuskan untuk absen pada kejuaraan bergengsi tersebut.

Sementara itu juara piala Thomas 2018 Tiongkok dan juara piala Uber 2018 Jepang belum mengumumkan sikapnya apakah akan tetap terlibat pada perhelatan ajang tersebut atau tidak.

"Jika tren penarikan terus berlanjut, saya pikir (Badminton World Federation) memiliki dua opsi, pertama membatalkan, opsi kedua menunda final di kemudian hari," kata sekretaris umum Asosiasi Bulu tangkis Malaysia, Kenny Goh, dilansir AFP.

Sementara itu, pemain terkemuka India Saina Nehwal yang akan bermain pada kejuaraan itu, mempertanyakan apakah mengikuti pertandingan itu adalah ide yang bagus.

"Apakah cukup aman untuk mengadakan turnamen ini, saat sekarang," cuitnya dalam akun twetter resminya.

Hingga saat ini pihak penyelenggara belum memutuskan apakah akan melakukan penundaan setelah lima negara memilih mengundurkan diri. Namun diketahui membatalkan Piala Thomas dan Uber akan menjadi pukulan besar bagi kebangkitan kembali bulu tangkis.

Pasalnya kejuaaran tersebut menjadi acara terbesar yang tersisa dalam kalender tahun ini setelah Olimpiade ditunda tahun depan. (AFP/OL-4)

BERITA TERKAIT