14 September 2020, 17:05 WIB

Tiga Paslon Daftar Susulan, Calon Tunggal Tinggal 25 Daerah


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

MASA perpanjangan pendaftaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 telah berakhir. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra menyebutkan, berdasarkan data per 13 September 2020, sebanyak 25 bakal pasangan calon kepala daerah di kabupaten/kota kemungkinan besar akan bertarung dengan kotak kosong atau calon tunggal.

“Pasangan calon termsuk dalam 738 pasangan calon kepala daerah yang ikut dalam Pilkada 2020,” katanya dalam keterangan persnya, Senin.

Disebutkan jumlah calon tunggal yang akan ikut dalam Pilkada ini sedikit berkurang dibandingkan pekan lalu. Pasalnya, KPU menerima 3 pasangan calon baru untuk maju dalam pemilihan bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota.

“Ada 2 bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati serta 1 bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang baru mendaftar,” ungkapnya.

Dijelaskan, jumlah keseluruhan bakal pasangan calon yang telah diterima pendaftarannya sebanyak 738 pasangan. Mereka terdiri dari 25 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dan 612 pasangan calon bupati dan wakil bupati. “Sedangkan jumlah bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota sebanyak 101," paparnya.

Berdasarkan gender, ada sebanyak 1.321 laki-laki dan 155 perempuan yang menjadi bakal calon. Sedangkan jumlah bapaslon bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang diusulkan partai politik atau gabungan partai politik sebanyak 647.

“Sementara jumlah bapaslon bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati serta bapaslo wali kota dan wakil wali kota yang melalui jalur perseorangan sebanyak 66,” ungkapnya.

Menurut rencana KPU provinsi, KPU kabupaten/kota akan memverifikasi dan pemeriksaan kesehatan terhadap bakal pasangan calon yang telah diterima pendaftarannya.

“Untuk bakal pasangan calon yang tidak dapat diterima pendaftarannya agar tetap menjaga kondusivitas situasi dan mengikuti peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT