14 September 2020, 16:05 WIB

Minta Bantuan Preman Awasi Protokol Kesehatan, Kemana Polisi?


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

BARESKRIM Polri menggandeng preman pasar untuk ikut mendisiplinkan penggunaan masker kepada warga. Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel, menilai gagasan Komjen Gatot terlalu berisiko jika direalisasikan.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, mengatakan bahwa tugas para preman pasar nantinya hanya untuk mengingatkan warga yang tidak menggunakan masker.

“Tugasnya hanya mengingatkan yang tidak pakai masker untuk pakai masker dan jaga jarak bila perlu dibekali masker sehingga kalau orang tidak pakai masker bisa diberi masker,” papar Argo kepada Media Indonesia, Senin (14/9).

Baca juga: Ketua Satgas Minta Anies tak Pakai GOR untuk Tempat Isolasi

Hal ini dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif berbasis komunitas, seperti komunitas perkantoran, pasar, ojek, tempat wisata, komunitas hobi dalam rangka pendisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19.

“Pada komunitas tersebut ada pimpinan formal dalam hal instansi pemerintah, atau swasta dan pinpinan informal pada komunitas tersebut,” ungkapnya.

Argo juga menegaskan bahwa preman yang nantinya turut membantu polisi tidak akan diperkenankan menggunakan hal yang bukan wewenangnya.

“Mereka tidak menegakkan sanksi yang ada dalam Perda,” tegasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT