14 September 2020, 15:12 WIB

Pemerintah Klaim Upaya Pemulihan Ekonomi Sudah di Jalur Tepat


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PEMERINTAH mengklaim kebijakan pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19 sudah berada di jalur tepat. Hal itu diutarakan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir.

Pernyataan Iskandar merespons kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang mulai berlaku Senin (14/9) ini. "Kebijakan pemerintah kan sudah di track yang benar," ujar Iskandar saat dihubungi.

Menurutnya, pemerintah terus menjalankan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menjaga momentum perbaikan berbagai indikator. Meski pembatasan ketat kembali diterapkan, lanjut dia, pemerintah berupaya meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

Baca juga: Jokowi: Indonesia Harus Kejar Tingkat Kesembuhan Global

"Pemerintah akan melakukan operasi yustisi yang tegas mulai minggu ini. Untuk menegakkan disiplin 3M ke masyarakat. Sehingga, kemungkinan yang terkena covid-19 menurun. Itu strategi efektif untuk memberikan sentimen positif pada pasar," jelas Iskandar.

"Saat ini, momentum perbaikan tetap terjaga. Karena aktivitas bisnis tetap bisa berjalan dengan protokol covid-19 pada era PSBB," imbuhnya.

Hal itu dibuktikan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah yang menguat Senin (14/9) pagi. Saat pembukaan perdagangan, IHSG bergerak di level 5.060,2. Kemudian, tidak berapa lama melejit sebesar 0,86% menjadi di leve; 5.1189,0.

Baca juga: IHSG Anjlok Imbas PSBB, Wagub DKI: Keselamatan Warga Penting

Demikian nilai tukar rupiah yang dibuka menguat 35 poin atau 0,24% menjadi Rp14.855 per dolar Amerika Serikat (AS). Nilai itu naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp14.890 per dolar AS.

Lebih lanjut, Iskandar mengatakan pasar saham dan keuangan sempat terjun bebas akibat pengumuman mendadak dari Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, informasi terkait PSBB disampaikan tidak secara utuh.

"Kemarin sebenarnya lebih disebabkan announce effect. Khususnya terhadap rem mendadak dan disebutkan rumah sakit kolaps, yang sebenarnya tidak seperti itu. Sentimen negatif lebih karena komunikasi PSBB yang kurang proper," pungkas Iskandar.(OL-11)

BERITA TERKAIT