14 September 2020, 13:52 WIB

Hari Ini UMY Mulai Perkuliahan Luring


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

KEGIATAN pembelajaran/perkuliahan di UMY dilakukan mulai Senin, 14 September 2020 dengan mode tatap muka (Luring). Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Gunawan Budiyanto menyatakan perkuliahan secara luring dilakukan sebagai pendalaman materi dalam membentuk skill mahasiswa. Perkuliahan tetap menitikberatkan pada kuliah online supaya tidak tidak terjadi kerumunan di kampus. Perkuliahan luring hanya akan ada satu  angkatan di setiap bulan yang akan masuk mengikuti kuliah offline.

"Mahasiswa semester 7 akan masuk kuliah offline terlebih dahulu, kemudian berganti dengan mahasiswa semester 5 bulan berikutnya dan diikuti semester 
3 pada bulan berikutnya lagi," kata dia, Senin (14/9).

Menanggapi surat edaran dari Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 01/EDR/Covid-19/2020 terkait larangan pembelajaran/Kegiatan tatap muka bagi setiap Amal Usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan, Gunawan mendukung penuh arahan MCCC PP Muhammadiyah yang tertuang dalam Surat Edaran tersebut.

"Bagi Perguruan Tinggi yang belum siap dengan segala sesuatu terkait fasilitas kuliah tatap muka diwajibkan tetap memilih skema kuliah online," 
jelas dia.

Sesuai arahan MCCC, Perguruan Tinggi, yang hendak menyelenggarakan kegiatan tatap muka, harus melengkapi kampus mereka dengan sarana dan prasarana sesuai standar protokol kesehatan pada masa pandemi. Misalnya, tempat cuci tangan disediakan di masing masing pintu masuk gedung, dan penyediaan hand sanitizer di setiap lorong gedung dan kantor unit kerja.

Tidak kalah penting, lanjut dia kampus harus memiliki aturan wajib bermasker di area kampus, penyemprotan desinfektan di setiap gedung dan ruang, penataan kursi kuliah dengan distancing, pemasangan kipas angin sebagai pengganti AC, dan  cek suhu tubuh sebelum masuk pintu gerbang kampus dan di pintu masuk gedung di dalam area kampus.

"PT juga harus melengkapi diri dengan berbagai aturan, standar protokol yang sudah dipublikasikan dan disosialisasikan," jelas dia.

baca juga: Harga Cabai Rawit Merah di Temanggung Terjun Bebas 


Pada Sabtu 12 september 2020 malam, lanjut dia, diselenggarakan pertemuan koordinasi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MCCC, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan semua pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.

Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan semua pihak harus berempati dan mendukung para dokter dan tenaga medis, antara lain dengan cara menjaga diri dari virus, melalui kedisiplinan menaati protokol Kesehatan,dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

"Muhammadiyah sangat serius dalam upaya upaya menanggulangi penyebaran virus yang makin mengkhawatirkan dan meminta semua PTMA untuk mengoptimalkan Satgasnya dan segera memulai pembentukan satgas bagi PTMA yang belum mempunyai satgas Covid-19," pungkas dia. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT