14 September 2020, 13:50 WIB

Jokowi: Indonesia Harus Kejar Tingkat Kesembuhan Global


Andhika Prasetyo | Humaniora

DI tengah pandemi covid-19, pemerintah juga fokus meningkatkan angka kesembuhan. Hingga saat ini, jumlah pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh mencapai 155.010 orang atau 71% dari total kasus keseluruhan.

"Ini sedikit lebih rendah dari rata-rata kesembuhan dunia. Kita harus terus mengejar rata-rata kesembuhan global," ujar Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (14/9).

Untuk mencapai target tersebut, lanjut dia, pemerintah berupaya menambah ruang isolasi bagi penderita tanpa gejala dan bergejala ringan. Seperti Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, yang masih memiliki 4.863 kamar isolasi untuk penderita tanpa gejala. Berikut, 2.581 ruang isolasi bagi pasien dengan gejala ringan.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Anggaran untuk Fasilitas Kesehatan Cukup

Selain RSD Wisma Atlet, Balai Pelatihan Kesehatan Ciloto di Jawa Barat, juga memiliki 653 tempat tidur yang dapat dimanfaatkan untuk kasus covid-19. "Beberapa balai kesehatan lain di Batam, Semarang, Makassar juga terus disiapkan," tutur Jokowi, sapaan akrabnya.

Pemerintah pun bekerja sama dengan beberapa hotel bintang satu, dua dan tiga. Ini dalam upaya menyediakan ruang isolasi dengan kapasitas tampung hingga 3.000 orang.

Jokowi menyebut pemerintah sengaja menyiapkan tempat khusus bagi penderita tanpa gejala dan bergejala ringan, agar isolasi berjalan efektif. Dengan begitu, mereka dapat pulih lebih cepat. Terpenting, mereka tidak akan menulari keluarga di rumah selama menjalani isolasi.

Baca juga: Epidemiolog: Kumpul Warga Picu Kemunculan Klaster Keluarga

Terhadap penderita dengan gejala sedang dan berat, pemerintah terus menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit rujukan.

"Saya minta Menteri Kesehatan segera melakukan audit dan koreksi mengenai protokol keamanan untuk tenaga kesehatan dan pasien di rumah sakit. Rumah sakit harus menjadi tempat yang aman. Bukan jadi klaster penyebaran covid-19," pungkas Kepala Negara.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT