14 September 2020, 13:30 WIB

Kapal Tiongkok Pergi dari ZEE RI Usai Dibayangi Bakamla 3 Hari


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

BADAN Keamanan Laut (Bakamla/Indonesia Coast Guard) RI akhirnya memukul mundur Coast Guard Tiongkok atau CCG dari zona ekonomi eksklusif Indonesia (ZEEI) di wilayah Laut Natuna Utara. Upaya ini berlangsung lebih dari 24 jam, sejak Sabtu (12/9) pukul 10:00 WIB hingga Senin 11:28 WIB.

"Pada pukul 11.28 WIB CCG keluar ZEEI setelah dibayangi terus oleh kapal Bakamla," ujar Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia kepada Media Indonesia, Senin (14/9).

CCG 5204 memasuki wilayah yurisdiksi Indonesia pada Sabtu (12/9) pukul 10:00 WIB dan diawasi serta diminta mundur oleh Bakamla melalui Kapal Negara (KN) Nipah 321. Sayangnya kapal penjaga laut ‘Negeri Tirai Bambu’ tidak mempan diusir dengan cara halus dan memilih melegokan jangkar di wilayah Laut Natuna Utara.

Pada Minggu (13/9) TNI Angkatan Laut membantu Bakamla dengan mengirimkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Imam Bonjol. Kemudian Bakamla berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk menempuh jalur diplomatik.

CCG 5204 mengabaikan pesan untuk mundur dengan alasan wilayah itu masuk dalam nine dash line atau sembilan garis putus di bawah pendudukan Tiongkok. Bakamla tidak kendur dan menutup akses CCG supaya gagal menusuk masuk lebih dalam ke wilayah Indonesia.

KN Nipah 321 menempel CCG 5204 dengan jarak 9,35 nautical mile (Nm), sekitar 17,3 km. KN Nipah juga meningkatkan kecepatannya dan mengubah haluan untuk melaksanakan intersep hingga jarak 1 Nm atau sekitar 1,85 km dengan CCG. (OL-13)

Baca Juga: Bakamla Minta Diizinkan Gunakan Senjata di Kapal

BERITA TERKAIT