14 September 2020, 13:27 WIB

Beauty In Batik, Promosi Budaya di Tengah Pandemi


mediaindonesia.com | Internasional

PANDEMI membuat panitia International Fashion & Arts Week berinovasi untuk tetap menyelanggarakan acara di New York sembari menerapkan jaga jarak secara fisik maupun pembatasan sosial. 

Panitia juga secara khusus memperhatikan protokol kesehatan dengan pengambilan suhu tubuh para peserta pada saat tiba di tempat acara serta penggunaan masker selama pemotretan berlangsung.

Jika di tahun sebelumnya, acara diselenggarakan di jantung kota Manhattan, New York, kini acara berganti format dengan pemotretan. Acara kali ini bertemakan Beauty in Batik, bertujuan untuk mempromosikan budaya di tengah pandemi. Acara ini diramaikan dengan tamu kehormatan istri dari Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Kompol Endang Wahyu Kinasih.

Baca juga: New York Izinkan Warga Makan di Restoran Mulai 30 September

Sebanyak tiga perancang busana terlibat dalam gelaran kali ini yakni Natalia Yaya Pascale, Annie Ismono Moe dan Vanny Tousignant, yang juga bertindak sebagai penyelenggara acara ini.

"Kami ingin memberikan pesan kalau kita ini survivor. Harus optimistis dan percaya penuh dengan bersama, kita pasti bisa. New York adalah wilayah yang paling terdampak pandemi covid-19," kata Vanny ketika ditanya alasan tetap menyelenggarakan pemotretan di tengah keprihatinan pandemi.

Acara pemotretan kali ini berlangsung sederhana dengan beberapa model internasional antara lain Suzan Koch, Sylviana Buckley, Juanita Louis, Lexi Lebo, Denise Cuccia dan Gio Delavicci, seorang aktor muda yang baru-baru ini juga turut serta dalam film John Wick 3.(RO/OL-5)

BERITA TERKAIT