14 September 2020, 13:15 WIB

Harga Cabai Rawit Merah di Temanggung Terjun Bebas


Tosiani | Nusantara

SEJAK pandemik korona, harga jual cabai di Temanggung, Jawa Tengah tidak menggembirakan. Saat ini di tingkatan petani untuk cabai rawit merah hanya di kisaran Rp 5 ribu per kilogram (kg) kondisi ini membuat petani mengalami kerugian besar.

Anifatul Isnaeni,30, salah seorang petani asal Lingkungan Sroyo, Kecamatan / Kabupaten Temanggung mengaku mengalami kerugian hingga Rp5 juta pada posisi harga jual cabai rawit merah Rp5 ribu per kg.

Ia memiliki lahan cabai seluas 1.800 meter persegi. Ia memanennya tiap empat hari sekali. Tiap panen ia bisa mendapatkan sekitar 80 kg cabai.

"Saya jual ke pengepul. Katanya pasaran harga cabai memang jatuh sejak pandemik. Jika tidak ada pandemik kemungkinan hargaa bisa lebih tinggi,"ujar Anifatul, Senin (14/9).

Menurutnya, sebelum pandemik korona, harga jual cabai rawit merah bisa mencapai Rp30 ribu per kg di tingkatan petani. Cabai jenis ini memang selalu bertahan di harga tinggi. Kemudian masuk masa pandemik harga terus
turun dari Rp20 ribu per kg menjadi Rp5 ribu per kg saat ini.

"Kalau harga cabai Rp20 ribu sebenarnya sudah rugi. Kalau sampai Rp 5 ribu ruginya tambah banyak,"katanya.

Budi,40, petani daru Desa Lungge, menduga permintaan cabai oleh para penjual makanan cenderung sepi selama pandemik. Karenanya harga cabai cenderung jatuh. Ia memiliki lahan seluas 2000 meter persegi. Pun juga menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 5 ribu per kg saat ini. (OL-13)

Baca Juga: Ketahanan Pangan Mandiri Kaum Ibu di Purwakarta

BERITA TERKAIT