14 September 2020, 12:33 WIB

PAN Minta Pemprov DKI Beri BLT Selama PSBB


Hilda Julaika | Megapolitan

PARTAI Amanat Nasional (PAN) mendukung pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Melalui Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani, PAN mendorong Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat di Ibu Kota.

Menurut Zita, pemberian bantuan sosial (bansos) berupa sembako saja dinilainya kurang efisien. Karena bantuan tunai adalah yang paling dibutuhkan saat ini.

“Efek dari PSBB juga akan langsung dirasakan warga, Pemprov hadir dengan jaminan bantuan ke mereka. Jangan lagi berupa sembako, tapi beri Bantuan Langsung Tunai (BLT), itu yang diinginkan warga saat ini, dan lebih efisien, saya rasa,” kata Zita dalam keterangan resmi, Senin (14/9).

Baca juga: Mulai Hari Ini, TNI-Polri Ikut Awasi Protokol Kesehatan di DKI

PAN berharap semua pihak yang berwenang bisa mendukung kebijakan ini. Pemerintah Pusat pun bisa membantu dengan data yang dimiliki. Dengan begitu, bisa ikut mendukung dan sejalan dengan keputusan Gubernur Anies Baswedan.

“Semoga seluruh pemilik otoritas bisa men-suport kebijakan ini, terutama Pemerintah Pusat yang bekerja tangani covid-19 sesuai data, sehingga harus sejalan dengan apa yang diputuskan Pak Anies. Apalagi ini sesuai dengan instruksi Presiden. Saya yakin jajaran yang menolak PSBB DKI pasti tahu itu,” sarannya.

PAN juga menggarisbawahi kondisi tenaga kesehatan DKI yang harus dipikirkan. Menurut Zita, mereka garda terdepan dan saat ini sudah dalam kondisi lampu merah.

Menurutnya, dalam sehari, angka positif covid-19 terus meningkat dan tidak kurang dari 1.000 jiwa. Tentunya SDM Nakes saat ini akan sangat kewalahan.

Yang perlu disadari, menurutnya, Nakes di DKI disiapkan tidak hanya untuk covid-19 saja, masih ada pasien dengan penyakit lain yang harus ditangani juga, semuanya butuh perhatian yang sama.

“Kami dari Fraksi PAN DPRD DKI mendorong Pak Gubernur betul-betul fokus memikirkan Nakes tersebut, kesejahteraan dan jaminan keluarganya harus disiapkan. Setiap hari mereka berangkat dan pulang selalu membawa risiko, sudah pasrah dengan nyawa asal orang lain selamat,” pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT