14 September 2020, 10:56 WIB

Selandia Baru akan Cabut Pembatasan Covid-19 pada 21 September


Basuki Eka Purnama | Internasional

SELANDIA Baru akan mencabut pembatasan covid-19 di seluruh negeri pada 21 September, kecuali di kota terbesar, Auckland, yang merupakan pusat gelombang kedua infeksi.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan pembatasan Auckland akan ditinjau pekan depan.

Dia juga mengatakan akan segera memperlonggar semua persyaratan jarak fisik di pesawat dan transportasi umum lainnya.

Baca juga: Victoria Laporkan Penambahan Kasus Covid-19 Terendah Sejak Juni

Sekelompok besar massa melakukan protes di Auckland, Selandia Baru, Sabtu (12/9), menentang aturan pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah terkait wabah covid-19, setelah bulan lalu kembali muncul kasus infeksi virus korona di wilayah itu.

Laporan berita televisi menunjukkan terjadinya kerumunan masyarakat yang padat, kebanyakan tidak mengenakan masker, dengan perkiraan jumlah peserta yang bervariasi, antara seribu hingga beberapa ribu orang.

"Kami semua di sini pada hari ini karena percaya bahwa kami harus berdiri untuk hak-hak kami," ujar Jami-Lee Ross, pemimpin partai politik Advance New Zealand yang menjadi salah satu penyelenggara protes tersebut, dikutip dari laporan Television New Zealand (TVNZ).

"Kami semua di sini pada hari ini karena percaya bahwa inilah waktu untuk berdiri dan mengatakan, 'Kami ingin mendapatkan kembali hak dan
kebebasan kami.'," imbuhnya.

Belum ada laporan mengenai penangkapan oleh pihak berwenang.

Selandia Baru sempat berhasil menghentikan penularan covid-19 pada masyarakatnya dengan nihil kasus baru selama tiga bulan. Agustus lalu, muncul kembali kasus positif covid-19 di Auckland, sehingga pemerintah menerapkan karantina wilayah di kota terbesar di negara itu. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT