14 September 2020, 09:21 WIB

Ini Aturan Terkait Ojek Daring Selama PSBB Jilid II


Theofilus Ifan Sucipto | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan peraturan soal beroperasinya ojek daring (ojol) selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II. Ojol dan ojek pangkalan boleh mengangkut penumpang dengan menerapkan protokol kesehatan.

Aturan itu tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 196 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan PSBB Bidang Transformasi.

"Pengemudi ojol dan ojek pangkalan dilarang berkerumun lebih dari lima orang dan menjaga jarak parkir antarsepeda motor minimal dua meter saat menunggu penumpang," tulis keputusan yang dikutip pada Senin (14/9).

Baca juga: Mulai Hari Ini, Ganjil-Genap tidak Berlaku

Perusahaan aplikasi ojol diwajibkan menerapkan teknologi informasi geofencing. Hal itu supaya pengemudi yang berkerumun pada satu titik lokasi tidak mendapat order dari penumpang.

"Dalam hal ketentuan pembatasan operasional tidak dipatuhi/dipenuhi oleh pengemudi dan perusahaan aplikasi maka dilakukan pelarangan kegiatan pengangkutan penumpang," tulis beleid tersebut.

Disiplin pembatasan operasional akan berlangsung selama tiga hari. Dinas Perhubungan DKI akan mengevaluasi pembatasan operasional tersebut.

Keputusan itu berlaku sejak tanggal ditetapkan yakni Jumat (11/9). Keputusan itu ditandatangani Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbolehkan ojol beroperasi selama PSBB jilid II. Pengemudi diminta menaati protokol kesehatan pencegahan covid-19.

"Diperbolehkan angkut barang dan penumpang dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Minggu (13/9). (OL-1)

BERITA TERKAIT