14 September 2020, 05:05 WIB

Dari Pondok hingga PLTU


BENNY BASTIANDY | Nusantara

KLASTER penjangki-tan baru terus tum-buh dan sulit diben-dung. Yang terbaru di Kota Sukabumi, Jawa Barat, penjangkitan dengan jumlah 21 kasus terjadi di salah satu pondok pesantren.

Kota Sukabumi pernah men-jadi satu-satunya daerah zona hijau di Jawa Barat, saat daerah lain tengah membara.

Namun, sampai kemarin, jumlah pen-derita terus bertambah dan mencapai 169 kasus dengan tambahan dari klaster pondok pesantren di Kecamatan Gu-nungpuyuh itu.

“Penambahan yang signikan terjadi pada Sabtu (12/9). Ada 21 kasus dari institusi pendi-dikan,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wahyu Handriana, kemarin.

Isolasi mandiri sudah di-lakukan sejak 31 Agustus. Beberapa santri sudah selesai melaksanakannya hari ini. Di Sukabumi, dari total 169 kasus, 127 pasien sudah sem-buh dan 42 dirawat di ruang isolasi.

Masih di Jawa Barat, seba-nyak 35 pegawai Pemerintah Kabupaten Cirebon, dipastikan terpapar covid-19. Mereka tersebar di banyak dinas dan lembaga. “Jumlah itu kami dapati setelah melakukan tes usap massal.

Dengan temuan ini, mulai Senin (14/9), pemkab memberlakukan kebijakan kerja dari rumah dan kerja di kantor secara bergantian,” kata Kepala Dinas Kesehatan Enny Suhaeni.

Ia menjamin pelayanan un-tuk masyarakat tidak akan terganggu. Kerja bergilir te-tap menghadirkan pegawai di kantor, namun jumlahnya dikurangi 50%.

Di Tasikmalaya, pemkot menutup sementara Rumah Sakit Ibu dan Anak Aisyah, Puskesmas Cihideung, dan sebuah klinik di Cibereum, karena 4 tenaga medis terpa-par.

“Kami segera melakukan pelacakan terhadap 200 warga dan pegawai di sekitar fasili-tas kesehatan tersebut,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Uus Supangat.

PLTU Tanjungjati

Klaster baru juga terus mun-cul di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Di daerah ini, dari klaster kesehatan ada 120 ka-sus, empat pasien di antaranya meninggal dunia.

Yang terbaru juga datang dari klaster Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjungjati B. Jum-lahnya mencapai 80 kasus. “Saat ini, total kasus di Jepara sudah mencapai 1.524 orang, sebagian besar sudah sembuh.

Kami masih merawat 98 orang,” ujar juru bicara Satgas Covid-19, Muhammad Ali. Ia menduga jumlah kasus belum berhenti. “Di PLTU Tanjungjati, kami masih me-lakukan pelacakan dan tes massal.”

Dinas Kesehatan Brebes juga memutuskan menolak pasien dari luar kota yang hendak berobat ke Puskesmas Bumi-ayu dan Kaliwadas. “Pasien harian di dua puskesmas itu sa-ngat banyak lebih dari 100 per hari. Terpaksa mereka tidak boleh menerima pasien dari luar wilayah, untuk mencegah penularan. Di Bumiayu, kasus baru naik signifi kan,” kata Ke-pala Puskesmas Bumiayu Ali Budiarto.

Di Sumatra Barat, sudah tidak ada lagi daerah bersta-tus zona merah, begitu juga dengan zona hijau. Namun, kasus baru terus ada. Sehari kemarin, ada 119 kasus baru. Sehari sebelumnya 101 kasus baru. “Kami berharap kabupaten dan kota segera menyesuaikan tindakan protokol kesehatan terkait kondisi daerah mas-ing-masing,” kata juru bicara Satgas Covid-19, Jasman Rizal. (UL/AD/AS/JI/YH/LD/SL/N-2)

BERITA TERKAIT