14 September 2020, 05:39 WIB

Morbidelli Buktikan Rossi tidak Salah Pilih Murid


Basuki Eka Purnama | Olahraga

FRANCO Morbidelli melalui kemenangan MotoGP perdananya di Grand Prix San Marino ingin menunjukkan bahwa Valentino Rossi, yang menjadi mentornya, tidak salah memilih murid.

Morbidelli menjalani debut MotoGP pada musim 2018 sebagai juara dunia Moto2, sekaligus menjadi pembalap pertama dari Akademi VR46 rintisan Rossi yang naik ke kelas premier.

Karier pembalap Italia itu juga tidak biasa karena naik langsung ke jenjang Moto2 dari seri Superstock 600 Eropa.

Baca juga: Dikalahkan Anak Didiknya, Rossi 'Menyesal' Dirikan Akademi VR46

Morbidelli mengecap manisnya podium di kelas premier untuk pertama kalinya di tahun keduanya membalap untuk tim satelit Petronas Yamaha ketika ia finis runner-up di Brno, Rep Ceko.

Tiga grand prix setelah itu, pembalap berusia 25 tahun itu mengangkat trofi juara balapan untuk pertama kalinya di Misano, setelah sempat bersaing ketat dengan sang mentor.

"Aku rasa, saat ini, salah satu orang yang aku harus kuucapkan terima kasih karena menaruh kepercayaan kepadaku tentunya adalah Valentino," kata Morbidelli di video wawancara seperti dilansir laman resmi MotoGP.

"Terima kasih untuk dia tidak cukup karena dia telah melakukan sangat banyak hal untukku dan memiliki kesempatan untuk membalap dengan dia adalah suatu berkah. Dia tidak diragukan lagi seorang legenda, terbaik sepanjang masa."

"Dan memiliki kesempatan membalap melawan dia di depan mata dunia adalah hal yang luar biasa."

"Aku sangat ingin mengalahkan dia karena aku ingin menunjukkan bahwa dia membuat pilihan yang tepat dengan memercayaiku, ini adalah
perasaan yang luar biasa dan aku harap bisa lebih banyak lagi bertarung dengan dia," lanjutnya.  

Sementara itu, Rossi kecolongan dan gagal finis podium setelah finis P4 di belakang pembalap Pramac Racing Francesco Bagnaia, yang juga didikannya, dan pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir, yang melakukan manuver terhadap The Doctor di lap terakhir untuk mengamankan podium.

Bagnaia, yang kembali membalap setelah absen tiga balapan karena cedera tulang kering, bertarung habis-habisan dengan kondisi yang belum 100% fit hingga upayanya terbayar dengan predikat runner-up dan podium pertamanya di MotoGP.

"Sangat disayangkan. Karena, berbagi podium dengan Franco dan Pecco seperti ketika balapan di ranch akan sangat menyenangkan," kata Rossi.

Namun, juara dunia sembilan kali itu patut berbangga dengan anak-anak didiknya. Selain Morbidelli dan Bagnaia yang naik podium hari itu, Luca Marini dan Marco Bezzechhi mempersembahkan finis 1-2 bagi tim Sky Racing Team VR46 di kelas Moto2.

"Kami sangat bangga dengan para rider kami. Ini sesuatu yang sangat spesial, juga saudaraku (tiri) Luca dan Bez finis pertama dan kedua di Moto2," kata The Doctor.

Setelah enam Grand Prix, Rossi berada di peringkat enam klasemen dengan raihan 58 poin, unggul hanya satu poin dari Morbidelli, sedangkan pucuk klasemen dihuni pebalap Ducati Andrea Dovizioso dengan 76 poin.

Rossi akan memiliki kesempatan bertarung lagi di Misano dengan anak-anak didiknya itu pekan depan di Grand Prix Emilia Romagna di saat juara
bertahan Marc Marquez masih bakal absen karena memulihkan diri dari cedera lengan sejak seri pembuka di Spanyol. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT