14 September 2020, 00:00 WIB

Covid-19 Terus Meningkat, Bali Diminta Lebih Tegas


Arnoldus Dhae | Nusantara

PAKAR mikrobiologi dari Universitas Udayana Prof IGN Mahardika meminta agar pemerintah di Bali baik provinsi maupun kabupaten segera mengambil aksi secepatnya untuk mengatasi meningkatnya kasus positif di Bali. Saat dikonfirmasi di Denpasar, Minggu (13/9), guru besar yang dijuluki ahli virus ini meminta pemerintah agar segera bertindak cepat.

"Persoalan yang ada di Bali saat ini bukan hanya sekedar meningkatnya kasus positif hingga 100%, tetapi yang paling penting adalah fatality rate yang tinggi dan kapasitas rumah sakit yang semakin kecil. Tingkat hunian rumah sakit akibat kasus positif termasuk yang paling tinggi di Indonesia. Jadi tidak ada cara lain lagi. Segeralah melakukan sesuatu, apakah PSBB seperti di DKI Jakarta atau lock down. Hanya ini cara yang paling efektif untuk saat ini," ujarnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan selama ini sangat tidak efektif. Penerapan Pergub 46 Tahun 2020 juga tidak membuahkan hasil. Ia menilai pemerintah daerah di Bali tidak tegas dalam penindakan.

"Saya nyetir mobil, mutar-mutar keliling kota di Denpasar, kemudian keluar sampai di Tabanan. Saya tidak melihat satu pun petugas melakukan pengawasan, penindakan di lapangan, tidak ada yang menjaga. Masih ada banyak yang warga yang tidak mengenakan masker. Covid-19 ini jauh lebih mudah menular saat ini. Dengan posisi tinggal masyarakat yang padat seperti di Denpasar maka virus itu akan mudah menular," ujarnya.

Ia juga meminta agar Bali segera membatasi kegiatan. Kalau memungkinkan lock down. "Tidak ada cara lain untuk memutus mata rantai penularan. Batasi kegiatan, larang kumpul-kumpul, tindak yang berkerumun. Caranya ya, lock down. Ini yang paling efektif. Tidak ada cara lain lagi," urainya.

Ia juga meminta evaluasi langkah-langkah sebelumnya. "Penerapan sebelumnya, pengawasan tidak ada, masih banyak masyarakat yang enggan atau sengaja tidak menggunakan masker, penggunaan masker yang tidak tepat, bahkan masyarakat masih anggap remeh virus ini, sekarang baru kelihatan hasilnya, fatality rate tinggi, kapasitas rumah sakit berkurang. Jadi tidak cara lain. Lock down. Jangan pikir biaya. Mau pilih mana, biaya atau nyawa melayang," ujarnya.

Ia menilai, meningkatnya kasus positif Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini berasal dari transmisi lokal, menunjukkan terdapat ketidakdisiplinan penerapan protokol kesehatan pada aktivitas di masyarakat. Penindakan tegas terhadap kepatuhan protokol kesehatan masih perlu ditingkatkan lagi. (R-1)

 

BERITA TERKAIT