14 September 2020, 02:35 WIB

Jauhkan Gim, Dekatkan Anak dengan Buku


MI | Humaniora

SUASANA riang khas anakanak sangat terasa di ruang baca Taman Bacaan Todea, di Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Sigi, Sulawesi Tengah. 

Menurut Muhammad Didit Setiawan, salah seorang pendiri Taman Bacaan Todea, suasana ‘kelas’ memang selalu ceria karena pihaknya selalu meng ikuti dan menyesuaikan keinginan anak-anak yang terbilang rajin berkunjung.

Tak heran di Taman Bacaan Todea pun disediakan beberapa program, bukan hanya di ruang kelas, tetapi belajar di alam terbuka. Kegembiraan anak-anak itu rupanya menjadi modal Didit dan rekannya untuk terus menularkan edukasi literasi sebagai bentuk memberantas buta aksara di Kecamatan Dolo.

Didit masih menemukan di Dolo terdapat beberapa anak yang mengalami buta aksara. “Kami tidak akan berhenti untuk mengajarkan budaya baca kepada anak-anak di desa kami untuk memberantas buta aksara,” kata Didit kepada Media Indonesia.

Taman Bacaan Todea itu baru dibentuk pada 17 Agustus 2017 oleh para pemuda Desa Kotarindau yang merasa prihatin mengenai kondisi literasi di sana. Salah satu penyebabnya, banyak anak yang memilih gim daripada belajar membaca.

Setelah tiga tahun beroperasi, Taman Bacaan Todea kini dikelola 20 orang yang aktif memberikan pembelajaran dari kelas baca, kepenulisan, kelas lingkungan, hingga berkebun. Mereka siap menularkan ilmu mereka ke anak-anak.

Tahun lalu, taman bacaan baru menyelenggarakan festival literasi dengan sasaran anak-anak dan remaja. Beberapa agendanya yakni diskusi pendidikan dan talkshow literasi yang dihadiri berbagai komunitas pegiat literasi, perwakilan pemerintah desa, Dinas Pendidikan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sigi bidang pendidikan
.
“Dalam diskusi kami membahas bagaimana kondisi pendidikan yang ada di Desa Kotarindu saat ini, bagaimana TBM seharusnya dapat menjadi pendidikan alternatif utama selain di sekolah,” kata Didit.

Sampai saat ini, ada lebih dari 40 anak yang aktif mengikuti kegiatan di Taman Bacaan Todea setiap minggunya. Ia pun berharap anak Indonesia terutama di daerahnya menggemari buku dan menghapuskan  buta aksara. (Wan/H-1) 

 

BERITA TERKAIT