13 September 2020, 23:10 WIB

Mason Greenwood Lagi-Lagi Berulah Usai Berurusan dengan Perempuan


Mediaindonesia.com | Sepak Bola

Pesepakbola Mason Greenwood kembali mengeluarkan permintaan maaf setelah ketahuan melanggar protokol kesehatan ketika menghabiskan malam dengan seorang perempuan di Islandia pekan lalu, ia sekarang terekam video menghirup gas tertawa (laughing gas).

Dalam video tersebut, yang dirilis oleh The Sun, pemain berusia 18 tahun itu terlihat mengisi balon dengan dinitrogen oksida (nitrous oxide) dari sebuah tabung sebelum menghirupnya.

Memiliki gas ketawa bukanlah hal ilegal, tetapi penggunaannya dapat berpotensi berbahaya dan dikaitkan dengan risiko serangan jantung atau kerusakan otak.

 Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/325251-ole-puji-konsistensi-mason-greenwood

Dalam sebuah pernyataan dari Greenwood yang dirilis via United, ia mengakui bahwa aksinya kini akan banyak diperhatikan banyak orang setelah popularitasnya meninggkat.

"Saya sekarang tahu risiko kesehatan yang bisa muncul dari tindakan ini," kata Greenwood yang dikutip Manchester Evening News pada Minggu (13/9).

"Saya sadar saya salah. Saya benar-benar meminta masyarakat tidak meniru tindakan saya," ujar Greenwood. "Saya sangat mendesak orang lain untuk tidak mengikuti perlaku saya."

"Sebagai anak berusia 18 tahun saya belajar sepanjang waktu, tetapi pekan ini saya juga belajar bahwa saya akan dinilai dengan standar yang lebih tinggi karena karier saya sebagai pesepak bola dan saya harus menghormatinya di masa depan."

Lebih lanjut, Greenwood mengatakan hal ini bakal dijadikan pelajaran baginya di masa depan. "Saya bertekad untuk membalas kepercayaan yang ditunjukkan pada saya oleh manajer dan pelatih saya."

Sebelumnya, Greenwood dan gelandang Manchester City Phil Foden telah dicoret dari timnas Inggris setelah diketahui membawa masuk dua perempuan lokal ke kamar hotel mereka setelah kemenangan tandang 1-0 di Islandia.

Tindakan kedua pemain tersebut telah melanggar protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus korona. (Ant)

 

BERITA TERKAIT