14 September 2020, 00:35 WIB

Biden Mengungguli Trump di antara Pemilih Kulit Hitam


MI | Internasional

KETIDAKSETARAAN rasial di Amerika Serikat (AS) menjadi fokus tajam tahun ini dan menjadi topik yang menentukan dalam debat nasional, setelah pembunuhan polisi terhadap warga kulit hitam AS memicu protes yang meluas selama berbulan-bulan dan mendorong negara untuk menuntut keadilan rasial dan reformasi polisi.

Kerusuhan telah memaksa Presiden Donald Trump, seorang republikan yang mencalonkan diri untuk pemilihan kembali dengan platform ‘hukum dan ketertiban’, dan penantang utamanya, calon dari Partai Demokrat Joe Biden, untuk bergumul dengan masalah ras yang rumit di AS, dan mencoba untuk menarik pemilih kulit hitam.

Sebuah jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan Biden jauh mengungguli Trump di antara pemilih kulit hitam, dengan dukungan 78%. “Sebagian besar pemilih kulit hitam akan mendukung Joe Biden,” kata Ravi Perry, profesor dan Ketua Departemen Ilmu Politik di Universitas Howard, universitas yang secara historis melekat dengan komunitas kulit hitam, seperti dilansir Al Jazeera, Sabtu (12/9).

“Namun, ada perbedaan dalam hal antusiasme,” kata Perry kepada Al Jazeera, “Bahwa perempuan kulit hitam misalnya, memiliki antusiasme yang jauh lebih besar terhadap Biden, dan banyak anak muda mendukungnya, tetapi dengan antusiasme yang jauh lebih sedikit.”

Berbicara di sebuah gereja lokal di Kenosha setelah pertemuan pribadi dengan Blake dan keluarganya, Biden mengatakan peristiwa terbaru akan membantu orang AS menghadapi rasialisme sistemis selama berabad-abad.

Sebaliknya, Trump tidak menyebut nama Blake, menolak untuk mengakui rasialisme sistemis dan malah mengecam para pengunjuk rasa serta menawarkan dukungan tegasnya kepada penegak hukum.

Data menunjukkan pemilih kulit hitam sangat mendukung Partai Demokrat setidaknya sejak 1960-an, ketika partai tersebut mengeluarkan undang-undang hak-hak sipil yang melarang segregasi rasial dan melarang diskriminasi rasial dalam pemungutan suara.

Menurut jajak pendapat baru-baru ini, 13% pemilih kulit hitam mengatakan mereka berencana untuk memilih Trump pada Pemilu 2020. (Hym/Al Jazeera/I-1)

BERITA TERKAIT