14 September 2020, 00:10 WIB

Covid-19 di Prancis Pecah Rekor


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRANCIS melaporkan lebih dari 10.561 kasus virus korona baru (covid-19), Sabtu (12/9) waktu setempat, jumlah harian tertinggi sejak tes covid-19 skala luas diluncurkan di negara itu.

Sebanyak 10.561 kasus baru tercatat pada Sabtu, naik dari 9.406 kasus baru pada hari sebelumnya, kata badan kesehatan publik Prancis. 

“Selama periode 24 jam, 17 orang meninggal di rumah sakit sehingga total korban jiwa negara itu menjadi 30.910. Sebanyak 417 pasien baru dirawat di perawatan intensif selama seminggu terakhir--28 pada Sabtu,” kata badan tersebut.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex memperingatkan, Jumat, situasi tampak jelas memburuk terkait dengan wabah di negara itu dan peningkatan pasien rawat inap covid-19 baru-baru ini sangat mengkhawatirkan.

Seorang remaja Inggris menghadapi denda 10 ribu pound sterling karena mengadakan pesta rumah dengan lusinan tamu, hanya beberapa hari sebelum ‘aturan enam’ pembatasan virus korona di Inggris diberlakukan.

Pria berusia 19 tahun itu didenda setelah dia mengizinkan lebih dari 50 orang menghadiri pesta di rumahnya di Harlaxton Drive, Lenton, pada Jumat malam, kata polisi Nottinghamshire.

Asisten Kepala Polisi Steve Cooper dari kepolisian Nottinghamshire, berkata, “Kita semua perlu ingat bahwa kita masih berada di tengah pandemi global dan kita semua harus bertanggung jawab atas tindakan kita."

“Pesta ini ialah contoh nyata dari seorang perumah tangga yang dengan sengaja melanggar aturan tanpa memedulikan orang lain, dan sebagai hasilnya kami telah menggunakan kekuatan penuh yang kami miliki untuk menangani ini.”

Berdasarkan aturan saat ini, tambahnya, dapat mengeluarkan denda kepada siapa pun yang mengadakan pertemuan lebih dari 30 orang yang dapat mengakibatkan denda hingga 10 ribu pound sterling.


Kematian global

Wabah covid-19 telah menewaskan setidaknya 916.372 orang sejak wabah muncul di Tiongkok pada Desember lalu, menurut penghitungan dari sumber resmi yang dikumpulkan AFP pada pukul 11.00 waktu setempat, Sabtu.

Sedikitnya 28.534.330 kasus covid-19 telah terdaftar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, setidaknya 19.016.500 orang kini dianggap pulih. 

Penghitungan menggunakan data yang dikumpulkan AFP dari otoritas nasional dan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mungkin hanya mencerminkan sebagian kecil dari jumlah infeksi yang sebenarnya.

Banyak negara hanya menguji kasus yang bergejala atau paling serius. AS ialah negara yang terparah dengan 193.016 kematian dari 6.445.800 kasus. Sedikitnya 2.417.878 orang telah dinyatakan pulih.

Setelah AS, negara yang paling terpukul ialah Brasil dengan 130.396 kematian dari 4.282.164 kasus, India dengan 77.472 kematian dari 4.659.984 kasus, Meksiko dengan 70.183 kematian dari 658.299 kasus, dan Inggris dengan 41.614 kematian dari 361.677 kasus.

Negara dengan jumlah kematian tertinggi jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya ialah Peru dengan 92 kematian per 100.000 penduduk, diikuti Belgia (86), Spanyol (64), Bolivia (62), dan Cile (62).

Turki melaporkan 1.509 lebih kasus virus korona dan 1.207 pasien pulih, Sabtu (12/9) waktu setempat. Jumlah infeksi keseluruhan negara itu sekarang mencapai 289.635, termasuk 257.731 kesembuhan, menurut data Kementerian Kesehatan.

Korban tewas covid-19 di Turki meningkat 48 selama sehari terakhir mencapai 6.999. Data menunjukkan, jumlah pasien dalam kondisi kritis saat ini mencapai 1.241.

“Jumlah pasien kritis terus meningkat. Kekuatan untuk mengalahkan virus terletak pada kemampuan kita untuk melawannya bersama-sama,” cicit Menteri Kesehatan Fahrettin Koca. (AFP/The Guardian/AA/I-1)
 

BERITA TERKAIT