14 September 2020, 08:00 WIB

Bersih dan Tertata, BRI Tuntaskan Konservasi Kali Semarang


mediaindonesia.com | Ekonomi

PT Bank Rakyat Indonesia/BRI (Persero) Tbk melakukan konservasi Kali Semarang, Jawa Tengah. Bersamaan dengan itu dilakukan edukasi masyarakat setempat tentang pentingnya lingkungan sehat dan pemberdayaan ekonomi.

Direktur Utama BRI, Sunarso beberapa waktu lalu menyatakan program konservasi kawasan sungai menjadi wujud kepedulian BRI untuk memberikan value kepada masyarakat di sekitar area operasional perusahaan. “Salah satunya melalui program konservasi kawasan sungai di 19 titik di Indonesia,” ujarnya.

Program konservasi tersebut mengacu pada konsep Triple Bottom Line yang keberlanjutan, yakni pro-people, pro-planet, dan pro-profit. Pro-people ialah kepedulian BRI kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pro-planet kepedulian kepada lingkungan hidup. “Sedangkan pro-profit untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui edukasi entrepreneurship, administrasi dan manajerial, akses go online, serta good corporate governance,” urai Sunarso.

Baca Juga: BRI Peduli Konservasi Sungai untuk Berdayakan Masyarakat

Program konservasi, katanya, BRI mengarahkan pada dua kegiatan besar, yakni bersih-bersih sungai dan sampah jadi duit (pemberdayaan ekonomi).

Kegiatan bersih-bersih sungai terdiri atas aktivitas normalisasi/pembersihan/pengerukan sungai, pembangunan sarana dan prasarana fisik dan edukasi lingkungan sehat. “Selain itu BRI memberi pelatihan bagi masyarakat untuk mengelola sampah agar lebih bernilai ekonomis dan juga memberi bantuan mesin pencacah sampah. Sehingga program sampah jadi duit ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Semarang merupakan satu kota di Indonesia yang menjadi lokasi implementasi tahap pertama program konservasi kawasan sungai/kali oleh BRI. BRI menetapkan 19 kota menjadi target program itu sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Baca Juga: Konservasi Pengembangan Bioprospeksi KLHK

Pemimpin Wilayah BRI Semarang, Wahyu Sulistiyono menjelaskan kondisi Kali Semarang awalnya kurang terawat dan tertata. Kali Semarang dipilih sebagai lokasi program karena berada tepat di tengah kota.

“Kami bekerja sama dengan pemerintah kota melalui dinas pekerjaan umum setempat dan mengajak dinas terkait untuk merevitalisasi sungai tersebut. Lalu dilakukan pengeruk¬an, pembersihan kali dari sampah-sampah. Dibuat taman (Kalisari), ditata lebih rapi dan dibuat penghijauan,” ungkap Wahyu di Semarang, pada Jumat (13/9).

Program konservasi Kali Semarang dilaksanakan sejak November 2019 dan selesai pada Maret 2020. Progres fisik bersih-bersih Kali Semarang saat ini sudah mencapai 100%.

Baca Juga: KLHK Bantu Selamatkan Satwa di Lembaga Konservasi Terimbas Wabah

Kini, kawasan di sepanjang pinggir Kali Semarang menjadi lebih tertata, hijau dan bersih, serta lestari. Kawasan ini menjadi ruang terbuka hijau dan area taman bermain outdoor yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berjalan-jalan sore dan menikmati sunset. Konservasi Kali Semarang mendorong kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai dan kebersihan lingkungan.

Kantor Wilayah BRI Semarang juga memberikan edukasi dan pemberdayaan mengolah sampah jadi duit pada Bank Sampah Waras, yang terletak sekitar 3 km dari Kali Semarang dan dikelola masyarakat setempat.

“Kami memberikan bantuan dan menyosialisasikannya. Walaupun belum bisa dilakukan pengumpulan massa karena pandemi, BRI sudah memberikan edukasi kepada pengurus bank sampah. Kita sampaikan ke masyarakat bahwa kalau sampah dilakukan pengolahan akan bisa bermanfaat dan memberdayakan ekonomi,” pungkas Wahyu. (S1-25)

BERITA TERKAIT