13 September 2020, 14:10 WIB

Pendekar dan Jawara se-Banten Apresiasi Kabareskrim Listyo


Wibowo Sangkala | Nusantara

PENDEKAR dan jawara se-Banten terkesan dengan kepemimpinan Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang pernah menjadi Kapolda Banten pada 2016-2018. Saat itu Listyo sangat menaruh perhatian terhadap keberadaan perguruan silat di Banten. Seluruh perguruan dirangkul dan dipersatukan dalam sebuah peragaan besar.

"Lebih dari tiga ribu pendekar silat dan jawara debus unjuk kebolehan jurus dan debus di satu tempat saat Listyo menjabat Kapolda," ujar Ketua Umum DPP Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten, Yadi Sugiadi, di Banten, Minggu (13/9).

Peragaan besar yang digelar di Alun-Alun Serang, Banten, November 2017 silam, ungkap Yadi, berhasil mencatatkan Rekor MURI. Terselenggara atas inisiasi dan peran Listyo. Para pendekar dan jawara tergabung dalam perkumpulan Tapak Karuhun ini berasal dari berbagai paguron (perguruan). Di antaranya Paguron Terumbu, TTKDH Cimande, Bandrong dan Macan Guling.

"Bukan saja menginisiasi, Pak Listyo juga turut melibatkan diri. Itu sebagai wujud pendekatan dan komunikasi langsung dalam merangkul paguron-paguron untuk bersama-sama menjaga keamanan Banten," puji Ketua Paguron TTKDH Cimande, TB Mulyana mengapresiasi.

Selama menjadi Kapolda, Listyo juga dikenal dekat dengan tokoh kasepuhan adat di Banten, termasuk Banten Kidul. "Bagi kami, Listyo merupakan jenderal tanpa sekat, tanpa ada batas, mau terjun menemui masyarakat tanpa melihat latar belakang. Kami didatangi dan diajak diskusi soal menjaga Banten aman," ujar Ketua Kesatuan Adat Banten Kidul (Sabaki), Irohyadi.

Kesan yang sama juga disampaika tokoh pemuda Banten, Wahyudi Djahidi. "Sosok dan keteladanan Listyo yang kami lihat mau berinteraksi dengan semua lapisan masyarakat. Kegiatan kepemudaan selalu dibantunya, terutama yang menyangkut kegiatan sosial, seni dan budaya," ungkap Sekretaris Wilayah Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Banten ini.

Perhatiannya yang besar mengundang kasepuhan adat Banten untuk menyematkan Listyo bukan sebatas sebagai kapolda, tapi juga tokoh budaya yang bisa berdiri di atas semua golongan. "Bahkan, kami menganggap Listyo sudah menjadi bagian dari masyarakat Banten. Sebagai bentuk perhormatan, kasepuhan adat Banten sempat menawarkan Listyo menjadi pembina paguron-paguron silat se-Banten," kata tokoh adat Banten Kidul, sekaligus kasepuhan dari Sabaki, Sukanta. (OL-13)

Baca Juga: Gubernur Tegaskan Banten Bukan Daerah Tertinggal

BERITA TERKAIT