13 September 2020, 03:19 WIB

Piala Thomas-Uber Diharapkan Ditunda


Mal/I-1 | Olahraga

LIMA negara tercatat sudah resmi mengundurkan diri dari ajang bergengsi Piala Thomas dan Uber 2020 yang akan berlangsung di Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober.

Banyaknya negara yang mundur serta jaminan kesehatan terkait dengan covid-19 yang belum jelas dari penyelenggara menimbulkan pertanyaan apakah turnamen Piala Thomas dan Uber 2020 dibatalkan secara menyeluruh.

Pada Jumat (11/9), tim bulu tangkis Indonesia resmi mengundurkan diri dari turnamen Piala Thomas dan Uber 2020. Dilansir dari laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kemarin, selain Indonesia, negara lain yang juga sudah dipastikan mundur ialah Australia, Taiwan, Thailand, dan Korea Selatan.

“(Keputusan) bukan mendadak. Banyak pertimbangan akhirnya (memutuskan) batal,” kata kapten tim Thomas Indonesia, Hendra Setiawan, kemarin.

Pemain yang dijuluki the Daddies itu mengatakan, ada risiko besar bila tim Thomas dan Uber nekat berangkat ke Denmark di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda dunia. Apalagi, belum ada jaminan dari panitia ihwal keselamatan atlet melalui protokol yang ketat.

“PBSI sudah punya pertimbangan sendiri. Memang sudah ada protokol kesehatannya, tetapi risikonya lebih banyak kalau berangkat. Seandainya nyampe sana dites usap, positif (covid-19), kan harus karantina 14 hari, percuma nyampe sana. Timnya satu positif, pincang kekuatannya,” kata dia.

Hendra menjelaskan, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan atlet sudah membahas kemungkinan-kemungkinan sebelum memutuskan mundur. Dari hasil pembahasan, sebagian atlet merasa takut dengan ancaman covid-19.

“Kalau dari pemain setengah- setengah, ada rasa takut, tapi pengin main. Kalau sudah setengah-setengah gitu percuma. Hati dan pikiran enggak 100%, main juga enggak maksimal, apalagi Thomas Cup pertandingan besar yang butuh fokus,” kata peraih emas Olimpiade 2008 itu.

Meski kecewa dan sedih, Hendra masih berharap pergelaran Thomas dan Uber 2020 bisa diundur tahun depan.

Selain negara-negara yang telah membatalkan keikutsertaan, masih ada beberapa negara kuat, seperti Jepang, Tiongkok, dan tuan rumah Denmark. India, Malaysia, Jerman, Inggris, Prancis, Belanda, Kanada, Mesir, dan Skotlandia juga masih terdaftar sebagai negara peserta.

Tiongkok belakangan disebut sedang mempertimbangkan mengikuti langkah Indonesia dan Korea Selatan. Sementara itu, pihak Asosiasi Badminton Malaysia akan berbicara dengan pemerintah Malaysia terkait dengan pengiriman wakil ke Denmark.

Pandemi virus korona membuat penyelenggaraan Piala Thomas dan Uber tahun ini sudah diundur dua kali dari jadwal semula. Rencana menggelar pertandingan pada pertengahan hingga akhir Mei kemudian dimundurkan Agustus. Kemudian, rencana tersebut kembali diubah dan BWF memastikan akan menghelat Piala Thomas dan Uber pada Oktober. (Mal/I-1)

BERITA TERKAIT