13 September 2020, 02:36 WIB

Resolusi PBB Dorong Kerja Sama Global


AFP/Hym/X-8 | Internasional

MAJELIS Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (11/9) waktu New York, AS, atau kemarin WIB, mengadopsi resolusi omnibus untuk mendorong kerja sama internasional dalam menghadapi pandemi covid-19.

Resolusi yang dibahas sejak Mei itu disetujui oleh 169 negara, sedangkan 2 menolak, yakni AS dan Israel, serta 2 abstain, yaitu Ukraina dan Hongaria. Resolusi disepakati untuk mengidentifikasi kerja sama internasional, multilateralisme, dan solidaritas sebagai satu-satunya cara bagi dunia untuk secara efektif merespons krisis global seperti covid-19.

Resolusi mengakui pula peran kepemimpinan kunci Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Mengakui peran penting kepemimpinan WHO dan peran fundamental PBB dalam mempercepat dan mengoordinasikan penanganan pandemi covid-19 yang komprehensif,” demikian bunyi resolusi.

Resolusi itu juga mendukung seruan Sekretaris Jenderal PBB untuk gencatan senjata global segera, mencatat dampak pandemi pada negara yang terkena dampak konflik, dan mereka yang berisiko konfl ik. PBB pun sepakat mendukung kerja lanjutan operasi penjaga perdamaian.

PBB menyerukan kepada seluruh negara di dunia untuk memastikan bahwa hak asasi manusia dihormati, dilindungi, dan dipenuhi saat memerangi pandemi.

Negara-negara anggota diminta untuk memungkinkan semua negara memiliki akses tanpa hambatan dan tepat waktu ke diagnosis, terapi, obat-obatan dan vaksin yang berkualitas, aman, efektif, dan terjangkau. Resolusi mengakui peran imunisasi ekstensif terhadap covid-19 sebagai barang publik global setelah vaksin yang aman, efektif, dapat diakses, dan terjangkau tersedia.

Sementara itu, dalam ASEAN-European Union Ministerial Meeting secara virtual, kemarin, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan pentingnya upaya bersama dalam mitigasi pandemi covid-19. “Dalam hal ini kerja sama yang paling mendesak ialah terkait vaksin. ASEAN dan Uni Eropa harus bekerja sama memastikan strategi vaksin untuk semua.’’

Untuk itu, lanjut Retno, ASEAN dan Uni Eropa harus mendukung proses multilateral pengadaan vaksin yang aman, berkualitas, dan terjangkau, termasuk melalui kerangka Covac Facilities. Untuk jangka panjang, dia menekankan ASEAN-Uni Eropa mesti berkontribusi bagi penguatan tata kelola kesehatan global agar dunia menjadi lebih siap dalam menghadapi pandemi lainnya. (AFP/Hym/X-8)

BERITA TERKAIT