13 September 2020, 06:00 WIB

Thiem Diunggulkan Redam Zverev


Akmal Fauzi | Olahraga

TENIS grand slam AS Terbuka 2020 ditandai dengan juara baru setelah laga final mempertemukan unggulan kedua Dominic Thiem (Austria) dan unggulan kelima Alexander Zverev (Jerman), dini hari nanti.

Thiem, tiga kali runner-up ajang grand slam--dua kali Prancis Terbuka (2018, 2019) dan Australia Terbuka (2020)--pantas menjadi favorit atas Zverev yang untuk kali pertama menapak ke final ajang tenis elite dunia.

Apalagi, Thiem secara head to head unggul 7-2 atas Zverev. Di pertemuan terakhir, yakni semifinal Australia Terbuka 2020, Thiem unggul 3-6, 6-4, 7-6, 7-6.

“Kami tidak memiliki rahasia satu sama lain, kami telah bermain berkali-kali. Kami memiliki persaingan yang bagus,” kata Thiem.

“Saya sangat menantikannya (melawan Zverev). Kami memiliki persahabatan dan persaingan yang luar biasa, sungguh menakjubkan bahwa kami saling berhadapan di final grand slam,” lanjut Thiem yang berusia 27 tahun, empat tahun lebih tua ketimbang Zverev.

Tak berlebihan pula jika disebut Thiem dan Zverev dimudahkan oleh absennya dua petenis tangguh Rafael Nadal (Spanyol) dan Roger Federer (Swiss) lantaran khawatir covid-19 serta didiskualifikasinya unggulan pertama Novak Djokovic di babak 16 besar melawan Pablo Carreno Busta akibat tanpa sengaja memukul bola ke arah wasit penjaga garis.

Bagi Thiem, Nadal merupakan pengganjal di dua kali final Prancis Terbuka, sedangkan Djokovic ialah yang me­ngalahkannya di final Australia Terbuka, awal tahun ini.

Siapa pun yang menang bakal lahir juara baru di ajang grand slam untuk pertama kali sejak Marin Cilic berjaya di Flushing Meadows, kompleks tenis tempat AS Terbuka berlangsung, pada 2014. Pertama kali pula ajang grand slam tidak dimenangi tiga petenis papan atas dunia--Djokovic, Nadal, dan Federer--sejak petenis Swiss Stan Wawrinka memenangi AS Terbuka 2016 silam.

Laga berat

Laju Thiem dan Zverev memenangi semifinal, kemarin, harus ditempuh dengan laga berat. Thiem kendati menang tiga set langsung, harus menghadapi laga ketat untuk menyisihkan Daniil Medvedev (Rusia) 6-2 7-6(9-7) 7-6(7-5). Zverev bahkan harus kehilangan dua set awal sebelum mendepak petenis Spanyol Pablo Carreno Busta  dengan 3-6, 2-6, 6-3, 6-4, 6-3.

Perjuangan Thiem seperti bakal mudah dengan memenangi set pertama. Namun, di set kedua dan ketiga, dia terus tertinggal sebelum akhirnya memenangi lewat adu servis atau tiebreak. Pukulan forehand keras menjadi penutup kemenangan atas Medvedev yang sebelumnya belum pernah kehilangan satu set pun.

“Saya memainkan permainan tenis terbaik saya kemudian menuju akhir set,” kata Thiem. “Kedua tiebreak begitu luar biasa. Tiebreak merupakan hal yang melelahkan secara mental. Sejujurnya saya tidak menyukainya,” tambah Thiem.

Di bagian lain, Zverev melewati laga panjang melawan Pablo Carreno Busta selama 3 jam 23 menit untuk menyegel tempat di final. Awalnya Zverev banyak melakukan kesalahan. Namun, mentalnya sangat bagus sehingga mampu membalikkan keunggulan di tiga set terakhir.

Saat memasuki laga semifinal tersebut, Zverev belum pernah kecolongan dua set pertama. Namun, ia memperlihatkan kekuatan mental yang tangguh.

“Saya melihat papan skor ketika saya tertinggal dua set tanpa balas. Saya merasa tidak bisa mempercayainya. Saya melakoni semifinal ketika saya difavoritkan dan saya tertinggal dua set tanpa balas dan saya tidak memiliki peluang, saya bermain seburuk itu. Saya tahu harus tampil lebih baik dan lebih stabil,” kata Zverev. (AFP/ATPtour/R-2)

BERITA TERKAIT