13 September 2020, 02:35 WIB

Burger Kekinian dengan Pendekatan Psikologis


Fetry Wuryasti | Weekend

BURGER bisa dibilang salah satu makanan siap saji yang sudah menglobal. Begitu populernya di berbagai negara muncul varian burger yang unik dan ada pula yang merupakan bentuk inovasi dengan paduan rasa lokal. 

Hasilnya ada burger-burger yang sangat berbeda dari burger di Amerika Serikat dan Jerman, dua negara yang kerap diperdebatkan sebagai asal hamburger. Di Indonesia, sajian burger tidak kalah beragam, mulai dari yang klasik sampai burger-burger untuk para vegetarian.

Brand burger lokal pun semakin menjamur setidaknya sejak 2005. Jenama burger lokal ini cukup mampu menyaingi kepopuleran jaringan burger Barat, khususnya di kalangan anak muda. Tampaknya salah satu kunci suksesnya ialah keberanian mereka menyajikan rasa baru, bahkan yang eksperimental.

Ikut meramaikan industri makanan siap saji burger kekinian adalah Bunsyke Burger. Sedikit berbeda karena Bunsyke mengusung konsep Mental Health Awareness dalam setiap varian bugrer. 

Dengan adanya konsep ini diharapkan bahwa penikmatnya akan mendapatkan dampak psikologis saat memakan Burger Bunsyke.
“Kami memiliki slogan,“If you eat good, you feel good”. Sehingga dalam setiap gigitan burger memiliki beribu rasa yang menyenangkan,” kata manajemen Bunsyke dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (16/8).

Dengan filosofi itu juga nama Bunsyke terbentuk dari akronim bun, yaitu bun roti dari burger dan syke yang diambil dari kata psyce dari psychology. Semua daging patty Bunsyke Burger dimasak dengan cara ditekan gepeng dengan spatula.

Dengan begitu cacahan daging patty akan menjadi lebih kering dan tidak rapuh ketika dimakan ataupun dipotong. Bentuk yang tipis itu pula membuat daging lebih garing (crunchy) saat dimakan, namun tetap lembut pada bagian dalamnya. 

Ukuran roti bun yang digunakan medium, sehingga pas tidak kurang, namun juga tidak membuat begah. Media Indonesia berkesempatan mencoba tiga menu andalan, yakni Psycho Stop, Old Peño, I Tof U

Psycho Stop memberi rasa yang berbeda dari burger kebanyakan karena terdiri dari campuran antara yoghurt, esens kari, dan keju yang menciptakan rasa yang tidak biasa, namun lezat.

Susunan burgernya bisa diakui tebal, yaitu patty, lumuran saus kari, keju lumer, ditutup patty lagi, lalu diberi topping bombai merah dan zucchini, serta disiram yoghurt di atasnya. Saat Anda menggigitnya, aroma dan rasa gurih kari, beriringan dengan saus asam yogurt. Sungguh rasa yang berbeda dari burger kebanyakan.

Burger lainnya, Old Peño hadir dengan cita rasa ala Spanyol, yang terdiri dari cabai jalapenyo, patty dobel, keju cheddar lumer, daging asap, dan dicampur dengan saus Thousand BBQ Island. 

Yang membuatnya berbeda ialah cacahan smoke jalapenyo yang berlapis dengan keju lumer, memberi tekstur tersendiri pada burger ini. Para vegetarian juga bisa menikmati burger ini karena ada pilihan I Tof U. 

Sesuai namanya, patty yang biasanya diisi oleh daging diganti tofu atau tahu yang dimasak rendam panas. Untuk pugasannya (topping), Anda akan mendapatkan wakame, timun Jepang kyuri, dengan siraman saus sesame, dan saus aioli. Untuk rasa bisa dikatakan segar, seperti meninggalkan rasa yang bersih di mulut.

Namun, jika membeli varian itu dengan layanan daring, rasanya akan lebih baik bila mentimunnya dipisah. Mentimun yang bercampur lama di dalam bun dengan minyak wijen, membuat rasanya menjadi asam dan lembek.

Untuk harga, varian Bunsyke Burger berkisar mulai dari Rp51 ribu hingga Rp88 ribu per porsi. Untuk yang ingin membeli langsung, bisa berkunjung ke gerai mereka di kawasan Point 11 Pondok Indah, Jakarta Selatan. (Try/M-1)

 

BERITA TERKAIT