12 September 2020, 19:37 WIB

Pengusaha: PSBB Kali Ini Mungkin Tidak Efektif


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sekaligus Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) bidang Moneter, Fiskal dan Kebijakan Publik, Hariyadi Sukamdani, menilai kebijakan Gubernur DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak efektif.

"Kami sangat menyadari bahwa kesehatan itu nomor 1, cuman pelaksanaan PSBB seperti ini yang mau dilakukan Pemprov DKI ini kami yakin tidak akan menolong banyak dan tidak akan menurunkan kasus seperti apa yang diharapkan, mungkin angka kasus akan turun sedikit dan kemudian akan naik lagi," kata Hariyadi saat dihubungi, Sabtu (12/9).

Hal tersebut, menurut Hariyadi,bukan tanpa alasan. Sebab akar masalahnya tidak diselesaikan dengan baik. Ketika berbicara covid adalah membuat masyarakat disiplin menjalankan prosedur tetap (Protap) protokol kesehatan.

"Hal ini yang sulit dilakukan di perkampungan padat penduduk yang selama ini belum pernah dijawab oleh Pemprov," ujar Hariyadi.

mengantisipasi penularan covid di pemukiman padat yang rentan. Karena tidak ada social distancing, terdapat masyarakat lanjut usia, dan bayi. Sehingga itu yang harus jadi perhatian pemerintah.

"Selama ini Pemprov hanya bicara rumah sakit penuh, angka kematian meningkat, dan fasilitas terbatas itu mulu yang disebutkan. Dan bagaimana untuk antisipasi di lapangan terutama di perkampungan pada yang jelas-jelas banyak yang belum dilakukan tracing orang yang tertular covid," ungkapnya.

Asosiasi pengusaha 1.000% mendukung dan setuju dengan kebijakan PSBB bahkan lockdown asal dikerjakan mulai dari tracing kasus hingga swab test masal.

"Jika PSBB gagal, maka kesehatan tidak sesuai harapan, ekonomi pun gagal nanti malah PSBB lagi PSBB lagi, itu sama saja tidak menyelesaikan masalah," pungkasnya. (Iam)

BERITA TERKAIT