12 September 2020, 19:27 WIB

Pasar Rumah Menengah-Bawah Masih Besar dan Pembelian Tetap Kuat


Heryadi | Ekonomi

KEBUTUHAN perumahan di Indonesia setiap tahun terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduknya. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), per 30 Juni 2020 jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 268 juta jiwa.

Besarnya jumlah penduduk ini, ternyata belum diimbangi dengan penyediaan perumahan, hingga gap antara permintaan dan penawaran terus melebar.  Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), backlog perumahan per awal 2020 mencapai 7,64 juta unit. Kekurangan terbesar berada di segmen menengah-bawah.

Ini menyebabkan pasar perumahan segmen menengah-bawah tidak rentan terhadap krisis ekonomi, sekaligus menjawab tetap eksisnya para pemain perumahan menengah-bawah. Bahkan di masa pandemi seperti saat ini.

Chief Executive Officer PT Mustika Land David Sudjana mengakui pasar perumahan segmen menengah-bawah sangat berkembang. Yang paling menarik selain pasarnya gemuk, segmen ini juga memiliki kemampuan daya beli yang menguat.

“Sebagian besar mereka (kelas menengah) adalah tenaga kerja profesional dan kreatif yang tidak hanya menggantungkan pada pendapatan gaji semata. Mereka bisa meng-create bisnis sampingan (bisnis online) dan passive income lainnya. Karena itu daya beli mereka relatif lebih baik,” kata David, melalui keterangan resmi, Sabtu (12/09), di Jakarta.

David menyatakan pasar rumah menengah sangat menarik karena antara tahun 2020 hingga 2030 (data BPS) akan terjadi bonus demografi di Indonesia, saat kelas menengah rata-rata usia produktif tumbuh sangat besar.

Faktor ini tentunya akan memicu peningkatan pasar segmen properti menengah, khususnya untuk keluarga muda yang belum memiliki rumah (rumah pertama). Target pasar ini memang membeli rumah untuk dihuni, selain juga menjadi investasi.

“Mengantisipasi hal tersebut, Mustika Land tetap berkomitmen dan fokus dengan brand positioning-nya pada segmen kelas menengah. Di antara proyek yang sedang digarap di segmen ini adalah Mustika Park Place, Mustika Golf Residence, dan Mustika Taman Sari yang bermain di rentang harga Rp400 jutaan - Rp800 jutaan. Untuk kelas yang lebih terjangkau, kami menggarap Mustika Village Sukamulya di Cikarang dan Mustika Village Karawang,” jelas David.

Tantangan
Menurut David, produk rumah di segmen menengah dan bawah memiliki tantangan tersendiri, karena pengembang perlu jeli menciptakan keseimbangan antara harga jual, desain dan fasilitas yang disesuaikan dengan daya beli masyarakat.

Gaji masyarakat Indonesia rata-rata kalah cepat naiknya dengan harga rumah, sehingga kalau dilihat dari ukuran luas rumah yang sanggup dibeli masyarakat, ukuran rumah yang sanggup dibeli semakin kecil ukurannya dari tahun ke tahun.

“Setiap pengembangan proyek Mustika Land dimulai dengan sebuah cerita. Apakah itu pengembangan perumahan atau komersial, kami memulai setiap proyek dengan menggagas ide-ide bermanfaat yang dapat mempengaruhi perbaikan gaya hidup penghuni dan menemukan cara terbaik untuk mewujudkannya. Ini yang menjadi passion kami dalam merencanakan pengembangan setiap proyek,” ujar David.

Jadi, lanjutnya, Mustika Land meyakini bahwa produk yang baik dirumuskan melalui keseimbangan proporsi antara fungsionalitas, kualitas, sustainability, dan keterjangkauan harga.

Di samping rumah menengah, kata David, Mustika Land juga memasarkan rumah dengan harga terjangkau (affordable housing) dengan rentang harga jual Rp150 jutaan - Rp300 jutaan.  Proyek yang digarap di segmen ini adalah Mustika Village Sukamulya di Cikarang dan Mustika Village Karawang, Jawa Barat.

David menegaskan, walau mengembangkan segmen rumah kelas bawah, pengembangan infrastruktur dan fasilitas tetap harus direncanakan dengan baik dan bukan seadanya. Contohnya, proyek Mustika Village Sukamulya, Cikarang, memiliki lebar jalan utama (ROW) 7 meter dan membangun Water Treatment Plant (WTP) di awal.

Perumahan Mustika Sukamulya terdiri dari 3.300 unit rumah berbagai tipe, mulai 27/60 (Magnolia) dengan harga mulai Rp150 jutaan dan 30/60 (Marigold) dengan harga mulai Rp190 jutaan.

Perumahan ini memiliki area komersial berupa ruko untuk mendukung aktifitas warga perumahan. Juga dilengkapi taman hijau seluas 3.300 m2, danau hampir setengah hektar, fasilitas pengolahan air bersih (WTP), lebar jalan utama (ROW) 14 meter, dan keamanan 24 jam.
 
Mustika Land juga membangun Mustika Golf Residence, proyek serviced apartment homes dengan 15 lantai yang berlokasi di jantung kawasan Jababeka, Cikarang. (E-3)

BERITA TERKAIT