12 September 2020, 16:25 WIB

Permintaan Aprindo untuk Dialog Tidak Ditanggapi Anies


M. Iqbal Al Machmudi | Megapolitan

KETUA Umum DPP Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey, menyebutkan telah mengirimkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melakukan dialog terkait keputusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tanggal 14 September nanti.

Surat permintaan dialog tersebut sudah dikirim kepada Gubernur setelah pemberitahuan 'rem darurat'. Namun hingga kini permintaan tersebut belum ditanggapi oleh orang nomor 1 di DKI tersebut.

"Sudah kita kirimkan setelah ada pengumuman PSBB ketat. Tetapi sayangnya, pelaku usaha melalui Assosiasi sampai saat ini belum diajak bicara untuk harapan dan solusi bersama," kata Roy saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9).

Padahal, sebelum pemberitahuan penarikan rem darurat tersebut, Anies tidak melakukan dialog atau pemberitahuan kepada asosiasi.

Tidak kunjung adanya balasan ajakan dialog, Aprindo merasa dipaksa untuk menerima kebijakan PSBB ketat tersebut.

"Kita pelaku usaha, di posisikan hanya harus 'nrimo' saja. Padahal kita ritel modern dan mall hadir untuk kebutuhan pokok pangan dan non pangan serta kebutuhan sehari-hari masyarakat," ujar Roy.

Menurutnya, mall dan retail modern berkeja sama dengan baik dalam menjalankan prosedur tetap (Protap) Covid yaitu secara ketat dan terukur.

"Kita tetap jalankan protokol dan bukan cluster. Seperti cluster pada transportasi publik, perkantoran, atau pun saat pilkada," ungkapnya.

Aprindo sendiri meminta untuk ritel modern dan mall tetap buka, karena untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat.

"Aprindo meminta PSBB ketat yang akan diberlakukan, berbeda dengan PSBB ketat lalu di bulan April 2020, yang menimbulkan keterpurukan bagi ritel modern dan mall," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT