12 September 2020, 15:15 WIB

Korut Eksekusi 5 Pegawai Kementerian Ekonomi Karena Mengkritik


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

LIMA pegawai Kementerian Ekonomi Korea Utara dilaporkan telah dieksekusi setelah mereka mengritik kebijakan Kim Jong-un di sebuah pesta makan malam.

Para pejabat mengritik Kim dalam menangani ekonomi negara yang gagal da telah membuat negara itu menjadi salah satu negara termiskin di dunia.

Mereka dieksekusi oleh regu tembak pada 30 Juli setelah rincian percakapan diketahui polisi rahasia dan dilaporkan ke atasan mereka, menurut DailyNK seperti dilansir The Sun, Sabtu (12/9).

Para pegawai itu secara terbuka membahas perlunya reformasi industri di negara yang termiliterisasi yang menghasilkan sedikit barang konsumsi untuk warganya yang miskin.

Para pejabat juga membahas perlunya Korut mencari kerja sama asing untuk membantu mengatasi sanksi perdagangan yang menghancurkan.

Mereka secara terbuka mengecam rezim karena membiarkan keuangan negara berantakan dan gagal dalam perdagangan.

Rezim Kim dikenal karena penumpasan perbedaan pendapat yang brutal dan tidak pernah ragu untuk mengambil tindakan terhadap kritik yang mungkin melemahkan diktator.

Para pria tersebut dilaporkan ditangkap dan dibawa pergi oleh petugas berpakaian sipil setelah mereka tiba di kantor mereka.

Kim dilaporkan puas dengan eksekusi tersebut dan menganggap para pria tersebut sebagai ancaman bagi rezim.

Dikatakan keluarga para pejabat juga telah dipindahkan ke sistem kam buruh Korut yang terkenal yang dikenal sebagai Camp 15 di Yodok.

Tahanan yang dianggap musuh negara ditahan di kamp yang berjarak sekitar 70 mil timur laut Pyongyang.

Berbagai cerita terkenal telah muncul tentang kamp horor yang mengklaim penyiksaan, kerja paksa, eksekusi, dan pelecehan seksual.

Sementara itu, Kim berfoto kemarin saat dia melakukan tur pemantauan banjir yang merusak Taechong-ri setelah 49 hari berturut-turut badai dan hujan melanda wilayah Korut.

Puluhan orang diyakini telah tewas, 17.000 rumah hancur dan tanaman musnah--kian menambah kelaparan negara.

Itu terjadi setelah Kim berjanji untuk 'menghukum berat' para pejabatnya karena gagal mengikuti perintah selama musim topan.

Kim diyakini telah melakukan banyak eksekusi sejak dia berkuasa setelah kematian ayahnya Kim Jong-il pada 2011.

Pembunuhan paling terkenal diyakini dilakukan terhadap pamannya, Jenderal Jang Song-thaek.

Kim membual dia memajang kepala pamannya untuk dilihat orang-orang, menurut keterangan dalam buku baru berjudul Rage karya reporter veteran Bob Woodward. (The Sun/OL-4)

BERITA TERKAIT