12 September 2020, 14:55 WIB

Satpol PP: Semua Orang Terlibat Awasi Protokol Covid-19


Rahmatul Fajri | Megapolitan

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengaku belum mengetahui adanya preman pasar yang dilibatkan dalam menertibkan dan mengawasi warga saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total yang dimulai pada 14 September.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono ingin merekrut preman untuk membantu aparat keamanan mengawasi penerapan protokol covid-19 di pasar.

Arifin berpendapat seharusnya semua orang terlibat dalam mengawasi protokol covid-19, bukan hanya preman.

Baca juga: IKAPPI: Tak Perlu Libatkan Preman Awasi Protokol Covid-19 di Pasar

"Saya belum dapat informasi (preman pasar). Setahu saya, unsur dari masyarakat," kata Arifin, ketika dihubungi, Sabtu (12/9).

"Membantu ini kan tentu siapa saja boleh. Siapa pun orangnya. Saling ingatkan, menegur yang tidak pake masker, yang tidak patuhi protokol kesehatan covid-19. Jadi, masyarakat bantu tegakkan disiplin, khususnya yang berkenaan dengan penggunaan masker," tambah Arifin.

Untuk menerapkan protokol covid-19, menurutnya, dibutuhkan kerja sama semua pihak. Ia mengaku sangat terbantu jika ada unsur dari masyarakat yang membantu petugas.

"Jadi, sifatnya membantu petugas yang selama ini melakukan pendisiplinan dan penegakan hukum kepada masyarakat yang lakukan pelanggaran protokol kesehatan," kata Arifin. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT