11 September 2020, 14:35 WIB

Penetrasi Pasar, Gandeng Youtuber Mikro


Mediaindonesia.com | Ekonomi

BERAGAM cara dilakukan para pelaku usaha untuk berkembang ataupun bertahan. Salah satunya adalah dengan menggandeng influencer atau publik figur guna menjaring konsumen.

Begitu pula yang dilakukan PT Kosmetika Global Indonesia dalam memasarkan produk mereka. Namun berbeda dengan kebanyakan perusahaan lain, selain menggandeng artis papan atas sebagai brand ambassaor, mereka juga manggaet inluencer tingkat mikro. Hal tersebut diungkapkan founder MS Glow, Shandy Purnamasari. Menurut dia,  kesuksesan MS Glow tak lepas dari kemampuan mereka dalam membaca peluang dan memanfaatkan momentum.

Baca juga: Pemerintah Dukung Digitalisasi UMKM Naik Kelas

“Selain artis, kami juga mengandeng kekuatan influencer tingkat mikro, karena justru influencer mikro memiliki tingkat engagement yang paling tinggi. Mereka juga lebih militan dalam memasarkan MS Glow. Selain itu kami juga menggandeng para dokter untuk bekerja sama. Melalui berbagai event (online dan offline), dokter-dokter di klinik MS Glow turut serta memberikan edukasi sekaligus membangun brand awarenesss dari MS Glow," paparnya.

Dikatakan Shandy MS Glow terus menggelar komunikasi pemasaran di media sosial. Ketika MS Glow naik daun, momentum itu kemudian mereka manfaatkan untuk menjual produk- produk MS Glow dengan sistem reseller.

Konsumen-konsumen loyal MS Glow ditawarkan untuk menjual kembali produk-produk MS Glow dengan harga khusus. Ternyata, strategi ini berhasil. Jumlah reseller MS Glow hingga hari ini mencapai tiga ribu orang.

"Kami sadar, kami harus mengintegrasikan online dengan offline karena tidak semua target konsumen dapat mengakses salah satu saluran saja. Sebagai contoh, banyak ibu-ibu yang tidak bisa mengakses media sosial sehingga mereka perlu datang ke toko offline.  Jadi, memang online dan offline penting untuk diintegrasikan."

Namun terlepas dari semua strategi itu, kata Shandy, sebuah produk harus dapat menawarkan value bagi konsumen. Inovasi produk harus dilakukan untuk menjawab anxiety and desire konsumen berkembang.

“Sebuah produk yang berkualitas akan berujung pada word-of-mouth yang mampu membawa konsumen baru dan kami selalu memastikan setiap produk yang diluncurkan memiliki diferensiasi dari kompetitor. Selalu ada value lebih yang ditawarkan sehingga selalu ada alasan kenapa konsumen harus memilih produk kami," pungkas Shandy

Atas semua jerih payah itu, sebanyak lebih dari 2 juta produk MS Glow terjual setiap bulan dengan kategori produk mencapai tiga juta SKU. Bahkan, portofolio bisnis terus bertambah dari sekedar menjual produk hingga memiliki pabrik sendiri.

Optimalisasi strategi omni menjadi kunci bagi agresivitas bisnisnya. Strategi omnichannel memungkinkan MS Glow tumbuh progresif. Dalam waktu singkat, jaring ekspansi mereka tidak hanya menjangkau pasar Indonesia, melainkan juga luar negeri.

Atas keberhasilan MS Glow dalam mengoptimalisasikan penjualan melalui strategi omni, perusahaan ini meraih penghargaan Marketeers OMNI Brands of the Year 2020. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT