12 September 2020, 10:27 WIB

Polisi Tersangka Pembunuh George Floyd Hadir di Pengadilan


Basuki Eka Purnama | Internasional

POLISI Amerika Serikat (AS) yang didakwa membunuh George Floyd, pria kulit hitam berusia 46 tahun yang kematiannya pada Mei lalu memicu protes nasional muncul di pengadilan untuk pertama kalinya pada Jumat (12/9) bersama tiga polisi lainnya.

Saat sejumlah demonstran melakukan aksi di luar pengadilan menuntut keadilan, keempat polisi itu meminta agar diadili secara terpisah setelah mereka berusaha saling melemparkan tanggung jawab atas kematian Floyd.

Baca juga: Al-Qaeda Ancam Charlie Hebdo

Derek Chauvin, polisi yang meletakkan lututnya di leher Floyd hingga meninggal, mengklaim bahwa pria kulit hitam itu meninggal karena overdoseis fentanyl dan menuding rekannya bertanggung jawab atas kematian itu karena tidak memeriksa kondisi Floyd.

Jaksa menyebut alasan overdosis itu sebagai konyol dan menuntut agar keempat polisi itu, Chauvin, Thomas Lane, Alexander Kueng, dan Tou Thao harus diadili bersama-sama karena keempatnya sama-sama bertanggung jawab atas kematian Floyd.

Kematian Floyd pada 25 Mei telah menjadi simbol dari apa yang disebut rasisme sistemis dan pelecehan warga kulit hitam oleh polii dan memocu aksi protes di berbagai penjuru AS. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT