12 September 2020, 10:01 WIB

Jokowi Diminta Evaluasi PJJ


Anggitondi Martaon | Humaniora

PEMERINTAH diminta mengevaluasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran daring dianggap memiliki sejumlah kekurangan.

Hal itu disampaikan Rika Susy Wati, guru SMP Negeri 7 Kota Padang, Sumatra Barat, saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui video call. Menurutnya, guru tidak bisa memantau langsung pemahaman siswa terhadap materi belajar yang diberikan.

"Kita tidak bisa memantau anak itu mampu atau tidak. Karena kita tidak bisa memantau langsung," kata Rika dikutip melalui akun Instagram @jokowi, Sabtu (12/9).

Baca juga: Jokowi Pantau Langsung Proses PJJ

Kendala juga dialami oleh murid. Yakni harus menyediakan paket data dan memiliki perangkat gadget.

Dia menyampaikan, ada murid SMP Negeri 7 Kota Padang yang tidak memiliki gadget. Siswa tersebut disebut berasal dari keluarga tidak mampu.

"Lalu kita fasilitasi ke sekolah. Pakai komputer," ungkap dia.

Permasalahan terakhir yaitu menjaga motivasi murid. Dia menyampaikan, para siswa rindu suasana belajar di sekolah.

"(Menjaga) motivasi anak kadang saya video call atau saya kirim voice note. Cuma anak-anak ngomongnya (responnya) begini, kangen sekolah semuanya," sebut dia.

Berangkat dari berbagai permasalahan tersebut, dia pun meminta Jokowi meninjau ulang PJJ. Salah satunya, membagi jumlah murid yang belajar di sekolah dan PJJ.

"Masuknya jangan banyak-banyak kalau itu memungkinkan. Karena memang kasihan sekali Pak banyak yang tidak tahu," ujar dia.

Merespon masukan itu, Jokowi mengakui metode PJJ memiliki kekurangan. Namun, metode ini harus diterapkan menjaga keselamatan siswa dari paparan covid-19.

"Kalau nanti anak terpapar covid-19 ya semuanya menjadi salah," kata Jokowi.

Dia meminta agar para guru dan murid bersabar. Semangat menjalani proses belajar mengajar di tengah pandemi harus tetap dijaga.

"Tetap semangat dan salam untuk anak-anak," tegas Presiden. (OL-1)

BERITA TERKAIT