12 September 2020, 08:31 WIB

Al-Qaeda Ancam Charlie Hebdo


Basuki Eka Purnama | Internasional

AL-QAEDA mengancam majalah satir mingguan Prancis Charlie Hebdo dengan ulangan pembantaian 2015 setelah majalah itu menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad.

Al-Qaeda dalam pernyataan di One Ummah memperingatkan bahwa Charlie Hebdo salah jika menyangka serangan pada 2015 tidak akan terulang setelah majalah itu menerbitkan kartun Nabi Muhammad saat sidang kaki tangan pelaku penyerangan 2015 itu dimulai.

Pernyataan Al-Qaeda itu dilansir dalam edisi bahasa Inggris One Ummah dalam rangka memperingati serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat.

Baca juga: Israel-Bahrain Normalisasi Hubungan Diplomatik

Al-Qaeda juga mengaku memiliki pesan yang sama untuk Presiden Prancis Emmanuel Macron seperti yang mereka kirimkan kepada pendahulunya Francois Hollande yang menjabat sebagai presiden saat serangan pada 2015.

Al-Qaeda menuding Prancis memberi lampu hijau untuk penerbitan kartun Nabi Muhammad.

Sebanyak 12 orang, termasuk kartunis kenamaan Prancis, tewas dalam serangan pada 7 Januari 2015. Serangan itu dilakukan kakak beradik Said dan Cherif Kouachi di kantor Charlie Hebdo.

Sidang kaki tangan pelaku penyerangan itu telah dimulai pada 2 September dan diperkirakan akan berlangsung hingga November. Pengadilan menyidangkan 14 kaki tangan yang diduga terlibat dalam penyerangan ke kantor Charlie Hebdo. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT