12 September 2020, 06:29 WIB

Pertamina Dirikan Puluhan Pertashop di Jateng


Supardji Rasban | Nusantara

UNTUK lebih memperluas penyaluran bahan bakar minyak (BBM), PT Pertamina (Persero) mendirikan puluhan Pertashop di Jawa Tengah. Sekurangnya sudah ada 70 pertashop yang tersebar di pelosok pedesaan di seluruh Jawa Tengah. Tujuannya utamanya adalah untuk menggerakan perekonomian di pedesaan.

Hal itu disampaikan Sales Manager Wilayah 1 Pertamina Tegal Vano Daniel saat meninjau Pertashop di Talang, Jumat (11/10).

"Di Kabupaten Tegal sudah ada 3 Pertashop yang kami dirikan yakni di Desa Talang, Pesarean, dan Bumijawa," ujar Vano.

Baca juga: Protes Jalan Rusak, Warga Medan Labuhan Lakukan Pemblokiran

Vano menuturkan Pertashop dimaksudkan untuk menggerakkan perekonomian sekaligus pemerataan penyaluran BBM hingga ke wilayah pedesaan.

"Agar warga di pedesaan yang membutuhkan BBM tidak harus jauh mencari SPBU," tutur Vano.

Vano menyebut Pertashop merupakan kerja sama antara Kemendagri dengan Pertamina.

"Perlu kami sampaikan agar masyarakat tahu Pertashop berbeda dengan Pertamini. Kalau Pertashop pengelolaannya oleh Pertamina. Tapi kalau Pertamini perorangan," ucap Veno.

Vano menerangkan, untuk sementara, pertashop-pertashop tersebut masih menyediakan BBM, utamanya jenis pertamax.

"Meski demikian, ke depan, bisa dikembangkan lagi untuk produk yang lain," terangnya.

Ia menerangkan meski dioperasikan di pedesaan, Pertashop telah memenuhi seluruh aspek keamanan dan keselamatan seperti halnya SPBU.

"Perlu kami sampaikan juga bahwa Pertashop merupakan satu-satunya lembaga penyalur produk Pertamina yang legal atau memiliki izin resmi dari Pertamina selain SPBU," terang Vano.

Veno memaparkan Pertamina bersama pemerintah berkomitmen memeratakan penyaluran energi seperti BBM dan LPG kepada masyarakat, khususnya di wilayah pelosok pedesaan.

"Pertamina membuka peluang kerjasama bagi pemerintah daerah maupun pihak lainnya seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)," kata Vano.

Menurut Veno, saat ini, Pertashop dibangun dengan tiga kategori kapasitas penyaluran. Yaitu antara 400 liter per hari (Gold), 1.000 liter per hari (Platinum) dan 3.000 liter per hari (Diamond).

"Untuk memperluas pembangunan Pertashop, Pertamina akan mengembangkan dua skema kerja sama. Yakni skema investasi oleh Pertamina dan skema investasi oleh lembaga di desa," rincinya.

Ia menambahkan keduanya ditawarkan Pertamina kepada mitra, baik lembaga desa maupun pihak lain atas persetujuan Pemerintah Daerah.

"Untuk penentuan skema, Pertamina menyerahkan pada pilihan mana yang dinilai menguntungkan oleh mitra," ucapnya.

Rizal, 37, pemotor warga Desa Pesarean, Kecamatan Pagerbarang yang ditemui sedang mengisi Pertamax mengaku sangat terbantu dengan adanya Pertashop di desanya.

"Biasanya saya kalau mau mengisi bahan bakar harus ke SPBU yang ada di Kota Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes yang jaraknya cukup jauh," tutur Rizal. (OL-1)

BERITA TERKAIT