12 September 2020, 03:55 WIB

Hacker dari Tiga Negara Targetkan Trump dan Biden


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

MICROSOFT Corp melaporkan para hacker dari Rusia, Tiongkok, dan Iran saat ini tengah mematamatai orang-orang terdekat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Peretas Rusia yang menerobos kampanye Demokrat 2016 kembali terlibat, kata perusahaan teknologi itu. “Jelas kelompok-kelompok kegiatan asing telah meningkatkan upaya mereka menargetkan pemilu,” ujar Microsoft seperti dilansir BBC, Jumat (11/9).

Baik kampanye Presiden Donald Trump maupun Joe Biden berada dalam bidikan para perampok dunia maya. Peretas Rusia dari kelompok Strontium telah menargetkan lebih dari 200 organisasi, banyak di antaranya terkait dengan partai politik AS baik dari Partai Republik maupun Partai Demokrat, kata Microsoft dalam sebuah pernyataan.

Penyerang dunia maya yang sama juga menargetkan partai politik Inggris, kata Microsoft, tanpa menentukan yang mana. Strontium juga dikenal sebagai Fancy Bear, unit serangan dunia maya yang diduga berafiliasi dengan intelijen militer Rusia, GRU.

“Mirip dengan apa yang kami amati pada 2016, Strontium meluncurkan kampanye untuk mengambil kredensial log-in orang atau menyusupi akun mereka, mungkin untuk membantu pengumpulan intelijen atau operasi gangguan,” kata Wakil Presiden Microsoft Tom Burt yang bertanggung jawab atas keamanan dan kepercayaan pelanggan.


Tidak berhasil

Tiongkok disebut telah meluncurkan serangan yang menargetkan individu yang terkait dengan kampanye Biden. Sebaliknya, peretas Iran terus berupaya menargetkan orangorang yang terkait dengan kampanye Trump.

Menurut Microsoft, sebagian besar serangan siber tidak berhasil. Serangan juga belum dilakukan terhadap kelompok yang menangani sistem pemungutan suara.

“Apa yang kami lihat konsisten dengan pola serangan sebelumnya yang tidak hanya menargetkan kandidat dan staf kampanye, tetapi juga mereka yang berkonsultasi tentang masalah-masalah utama,” kata Burt.

Microsoft melaporkan kelompok-kelompok Tiongkok telah melancarkan serangan terhadap akun e-mail pribadi orang-orang yang berafiliasi dengan kampanye Biden, serta setidaknya satu orang terkemuka yang sebelumnya terkait dengan pemerintahan Trump.

Orang-orang terkemuka dalam komunitas urusan internasional, institusi akademik, dan organisasi kebijakan juga dikatakan telah menjadi sasaran kelompok peretas Tiongkok, yang dikenal sebagai Zirkonium.

Kelompok Iran yang dikenal sebagai Fosfor tidak berhasil mengakses akun pejabat Gedung Putih dan staf kampanye Trump antara Mei dan Juni pada tahun ini.

Wakil sekretaris pers nasional kampanye Trump Thea McDonald mengatakan, “Kami adalah target besar, jadi tidak mengherankan melihat aktivitas jahat diarahkan pada kampanye atau staf kami.”

Sementara itu, seorang pejabat kampanye Biden mengatakan, “Kami telah mengetahui sejak awal kampanye kami bahwa kami akan menjadi sasaran serangan seperti itu dan kami siap menghadapinya.” (BBC/I-1)
 

BERITA TERKAIT