12 September 2020, 02:45 WIB

Reisa Broto Asmoro Dari Tahu menjadi Bisa


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

DOKTER Reisa Broto Asmoro, 34, dikenal publik setelah menjadi presenter acara kesehatan di sebuah media televisi. 

Ketika pandemi covid-19 berlangsung di Indonesia, ia pun tergerak untuk terlibat dalam memberikan panduan hidup beradaptasi dengan kebiasaan baru. Puteri Indonesia Lingkungan 2010 itu bergabung dengan Prof Wiku Adisasmito sebagai anggota Tim Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19.

Keduanya menggantikan Achmad Yurianto, juru bicara gugus tugas covid-19 sebelumnya. Sebagai Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa tak bosan-bosannya memberikan edukasi kepada publik lewat berbagai platform media sosial miliknya atupun akun resmi satgas di Youtube, Instagram, maupun Twitter.

Menurutnya, hidup ini adalah perjalanan dari proses ke proses lain, dan sebuah proses itu sebenarnya berasal dari tindakan, bukan pemikiran. ‘Dari tahu, menjadi bisa, menjadi terbiasa, lama-lama akan menjadi budaya’, tulisnya dalam sebuah unggahan foto di akun Instagram-nya, Kamis (10/9).

Dalam foto itu, Reisa terlihat mengenakan masker kain berwarna biru dipadukan dengan blus lengan panjang oranye. Sebuah kacamata mempermanis penampilannya. Ini bukan kali pertama dokter Reisa berfoto dengan masker yang menutupi wajah cantiknya.

Tindakannya ini bagian dari upaya komunikasi yang berusaha dilakukannya sebagai Duta Adaptasi Kebiasaan Baru. Di masa adaptasi kebiasaan baru ini, sebut Reisa, semua pihak harus mulai menyadari betapa pentingnya menggunakan masker ketika berinteraksi dengan orang lain dan berada di tempat umum.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, jika lebih dari 75% penduduk patuh menggunakan masker, angka covid-19 dapat turun secara drastis. Ia merujuk pada hasil riset di Amerika yang menyebutkan penggunaan masker kain oleh 80% populasi akan mengurangi 34% - 58% penambahan kasus kematian (Eikenberry et al, 2020).


Aktif berdialog

Selain soal menggunakan masker, Reisa juga mengingatkan pentingnya pembiasaan untuk menjaga jarak aman dan menghindari kontak fisik dengan orang yang kita tidak diketahui secara pasti kondisi kesehatannya. 

Tak lupa juga, rutin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Dalam sejumlah video di kanal Youtube miliknya maupun BNPB TV, dokter Reisa juga aktif berdialog dengan masyarakat yang ditemuinya dan membagi informasi penting pencegahan penularan virus covid-19.

Misalnya, saat kampanye Gerakan Jangan Kendur Pakai Masker di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 30 Agustus 2020, ketika seorang warga bertanya cara tepat makan dan minum di area publik. Dalam jawabannya, Reisa mengatakan, saat hendak makan, masker sebaiknya dilepas dan disimpan di tempat yang aman. 

Bukan di turunkan ke dagu. Makan juga diusahakan tetap menjaga jarak dengan orang lain, tidak berdekatan. Selain mengedukasi penggunaan masker, Reisa juga berbagi tips aman naik kendaraan umum, berbelanja di pasar, pergi ke salon, berolahraga di ruang publik, saat menerima paket barang, atau ketika harus bekerja di kantor.

Reisa yang bernama asli Reisa Kartikasari bukanlah sosok yang asing di layar kaca. Ia sering tampil di acara kesehatan Dokter OZ dan Ibu Pintar di sebuah televisi swasta.

Setelah lulus dari Universitas Pelita Harapan dan Universitas Indonesia, Reisa berkecimpung di dunia forensik ketika bekerja di RS Polri Raden Said Soekanto, Kramat Jati. Ia menjadi anggota tim disaster victim identifi cation (DVI) yang turut terlibat dalam proses investigasi korban Sukhoi dan beberapa kasus bom teroris di Jakarta.

Reisa mengikuti kontes Puteri Indonesia 2010 dan mendapatkan gelar Puteri Indonesia Lingkungan. Ia mewakili Indonesia dalam ajang mendapatkan gelar Miss International 2011 di Tiongkok. Dalam perhelatan itu, ia meraih penghargaan sebagai Duta Energi Bersih. (H-2)
 


 

BERITA TERKAIT