12 September 2020, 00:35 WIB

Perubahan Sistem Pendidikan Harus Dirumuskan


MI | Humaniora

LINGKUNGAN pendidikan nasional kini tengah mengalami perubahan drastis akibat pandemi covid-19 dan kemajuan dunia digital. 

Presiden Joko Widodo meminta agar perubahan-perubahan yang terjadi tersebut segera dirumuskan, dijembatani dengan sempurna sehingga tidak menyulitkan para pelajar, guru dan dosen, serta seluruh insan di dunia pendidikan.

“Standar normalitas baru harus dirumuskan dalam berbagai kebijakan. Kebijakan tentang key performance indicator dosen, kebijakan tentang program prioritas perguruan tinggi, alokasi anggaran, infrastrukturnya, semua harus dirumuskan,” ujar Jokowi dalam acara peringatan Dies Natalis ke-63 Universitas Padjadjaran, Bandung, secara virtual, kemarin.

Demikian pula di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. “Saat ini adalah awal abad digital. Berbagai riset dan pengembangan teknologi di bidang digital seharusnya memperoleh prioritas. Bagaimana teknologi digital, big data analityc, artificial intellegence bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang,” lanjut kepala negara.

Ia berpesan agar inovasi dan digitalisasi dalam revolusi teknologi jilid keempat bisa dimanfaatkan secara maksimal. “Untuk itu, kita tak boleh terjebak dalam rutinitas, kita harus punya waktu, energi, dan keberanian melakukan perubahan. Kita harus terus-menerus mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan dan mengembangkan iptek,” ungkap Presiden.

Pada kesempatan lain, praktisi pendidikan M Nur Rizal mengatakan sebagian besar lingkungan pendidikan masih mengalami rendahnya literasi digital dan kondisi infrastruktur teknologi internet. Selain itu, kebiasaan lama dalam proses pembelajaran juga masih terjadi. (Pra/Bay/H-1)
 

BERITA TERKAIT