11 September 2020, 23:28 WIB

Anies Prediksi PSBB Total Berlangsung Panjang


Putri Anisa yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan penanganan covid-19 secara optimal yang didukung oleh penerapan PSBB tak bisa selesai dalam dua pekan. Hal ini mungkin terjadi jika dalam pelaksanaannya tak ada pelambatan laju pertambahan kasus baru corona.

"Saya ingin garis bawahi, jangan harap kemudian setelah dua minggu, selesai. Tidak. Tapi kalau kecepatan yang luar biasa ini tidak ada langkah untuk memperlambat, ya ini akan jalan terus," kata Anies di Jakarta, Jumat (11/9).

Menurutnya, PSBB total diberlakukan kembali dengan tujuan penting. Ia pun berharap, selama pemberlakuan PSBB total dua pekan ke depan warga menahan diri dan tetap berada di rumah untuk mengurangi potensi penularan covid-19.

"Karena itulah mengapa pengetatan ini penting untuk kita berada di rumah dulu selama dua pekan ini. Dengan berada di rumah dulu, harapannya potensi penularan ini bisa ditekan," kata Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Anies memaparkan, situasi penyebaran covid-19 di Jakarta awal September sudah mengkhawatirkan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, pada 30 Agustus terdapat 7.960 kasus aktif di Jakarta.

Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 11.810 kasus aktif pada Kamis (10/9). Dengan demikian terdapat kenaikan 48% kasus aktif di Jakarta dalam 10 hari pertama di bulan September atau 3.850 kasus.

Baca juga : Jaksel Bentuk Relawan Penegak Protokol Kesehatan 4M

"Belum pernah kita dalam waktu sependek ini, melihat pertambahan kasus sampai 3.850 kasus, walaupun yang sembuh juga banyak, sembuhnya 8.994 kasus," terangnya.

Tidak cukup sampai di situ, di pekan pertama September angka kematian akibat covid-19 di Jakarta juga meningkat. Dinkes DKI mencatat, terdapat 197 kasus kematian akibat Covid di awal bulan September.

"Jadi 17% dalam 10 hari. Kita ada kejadian 1.383 yang meninggal dan 197 itu terjadi di September," ungkapnya.

Di sisi lain, saat ini rumah sakit rujukan covid di Jakarta juga terancam kelebihan kapasitas. Oleh karena itu, pengetatan kembali PSBB saat ini mendesak untuk diterapkan.

"Ditambah lagi kita tahu ada kapasitas tempat tidur untuk rawat inap, kapasitas tempat tidur untuk ICU yang terbatas," tandasnya.(OL-7)

BERITA TERKAIT