11 September 2020, 21:02 WIB

Dinilai tepat Sasaran, DPRD Teluk Bintuni Terima LKPJ APBD 2019


Ghani Nurcahyadi | Nusantara

LAPORAN Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Teluk Bintuni tahun anggaran 2019 diterima secara aklamasi olehDPRD Teluk Bintuni.

LKPJ yang dibacakan oleh Bupati Petur Kasihiw itu memaparkan program serta penyaluran dan penggunaan APBD Teluk Bintuni sepanjang tahun 2019. Sebanyak lebih dari 37 program pro rakyat yang dibiayai oleh APBD dinilai oleh seluruh fraksi sebagai tepat sasaran dalam upaya membangun Teluk Bintuni,

Penghargaan atas prestasi Wajar Tanpa Pengecualian oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama empat tahun Petrus Kasihiw dan Matret Kokop menjabat pun mendapat apresiasi yang menghantar nota pengantar tersebut diterima secara aklamasi oleh seluruh fraksi di DPRD Teluk Bintuni.

“Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2019, yang telah di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Papua Barat, berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2019, capaian ini merupakan WTP yang keenam kalinya, dan merupakan capaian yang keempat kalinya selama kepemimpinan saya bersama Bapak Matret Kokop, yaitu LKPD 2016, LKPD 2017, LKPD 2018 dan LKPD 2019,” ungkap kasihiw dalam keterangannya.

Kasihiw pada nota pengantarnya juga memaparkan kesuksesan pemerintah daerah dalam menangani defisit APBD dengan strategi pengendalian belanja daerah secara efektif dan efisien, serta menggali potensi pendapatan daerah dari berbagai sumber dan berkoordinasi secara intens dengan kementerian keuangan melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.

Baca juga : Polres Sikka Bantu Beras Bagi Warga yang Konsumsi Ubi Beracun

Atas defisit yang terjadi karena tidak tersalurkannya Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam, pemerintah daerah bersama  Dirjen Perimbangan Keuangan akhirnya bisa mengubah simulasi defisit APBD Teluk Bintuni menjadi surplus.

“Berubahnya simulasi defisit menjadi surplus ini, bukanlah sebuah prestasi, tapi bisa dijadikan momentum untuk memastikan bahwa pemerintah daerah mampu menangani tantangan defisit, tanpa harus menggunakan skema pinjaman,” ujar Kasihiw.

Kasihiw juga memaparkan sejumlah capaian pemerintah daerah pada kinerja mereka dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia. Angka Melek Huruf yang meningkat sebesar 0,46%, Angka rata-rata lama sekolah yang mengalami peningkatan sebesar 0,18%, Angka Harapan Lama Sekolah sebesar 0,23%, Angka Usia Harapan Hidup sebesar 0,45 tahun, serta Indeks Pembangunan Manusia.

Sedangkan indikator capaian dalam bidang ekonomi, dipaparkan oleh Kasihiw dengan beberapa peningkatan kinerja, antara lain: Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku meningkat sebesar Rp2,4 triliun, Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan meningkat, Produk Domestik Regionak Bruto mengalami pertumbuhan. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT