11 September 2020, 17:50 WIB

RSUD Wangaya Denpasar Penuh Pasien Covid-19


Arnoldus Dhae | Nusantara

MEMBLUDAKNYA pasien positif Covid-19 di Kota Denpasar, Bali membuat dua unit pelayanan kesehatan yakni RSUD Wangaya Kota Denpasar dan Puskesmas 4 Kecamatan Denpasar Selatan menerapkan sistem buka tutup.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Luh Putu Sri Armini mengatakan, untuk di RSUD Wangaya, penutupan dilakukan karena terjadinya antri pasien Covid-19 di UGD.

"Saat ini pasien membludak. Jika ada pasien yang positif sedang ditangani maka seluruh pelayanan untuk orang lainnya ditutup. Jadi dia sifatnya buka tutup. Ini dilakukan untuk menghindari penularan ke orang lainnya di rumah sakit. Ini kondisi yang harus dilakukan untuk kebaikan bersama," ujarnya di Denpasar, Jumat (11/9).

Menurutnya, biasanya ketika pasien positif Covid-19 yang baru datang sedang ditangani dan kemudian ruang perawatan yang ada belum mampu terisi karena penuh maka pasien yang baru datang tersebut sementara di UGD. Selama pasien bertahan di IGD dengan penanganan protokol kesehatan maka tidak ada pelayanan bagi masyarakat umum.

Baca Juga: Tak Kompeten, Jokowi Diminta Ganti Menteri Agama RI

Hal ini terpaksa dilakukan secara ketat agar tidak ada lagi penularan terhadap pasien lainnya yang bukan Covid19 dan masyarakat umum lainnya. "Jadi penutupannya bisa sehari, bisa beberapa jam saja. Tujuannya, agar memberikan ruang kepada petugas untuk melakukan protapnya, sehingga tidak terjadi penularan kepada warga lainnya," ujarnya.

Juru bicara Gugus Tugas Covid19 Kota Denpasar Dewa Rai saat dikonfirmasi membenarkan penerapan sistem buka tutup RSUD Wangaya. Ia mengatakan, lamanya penutupan sangat tergantung dari jumlah pasien.  "Biasanya menunggu persiapan ruangan di bagian belakang. Karena saat ini penuh. Bila masih terisi maka petugas akan mengaturnya, sehingga bisa terlayani semua," ujarnya.

Ia menegaskan, syukurnya yang diterima dirawat adalah mereka yang dalam kondisi kritis atau kronis. Sebab bila semua kasus positif dirawat di RS maka di Kota Denpasar tidak akan tertampung lagi. "Yang dirawat hanya pasien positif yang berat, memiliki penyakit bawaan. Sementara yang OTG akan diisolasi secara mandiri di rumah atau di tempat yang telah ditentukan," ujarnya.

Untuk penutupan di Puskesmas 4 Denpasar Selatan, menurut Dewa Rai, itu karena ada salah satu tenaga medis yang diketahui positif. Sebab, bila satu petugas medis positif maka seluruh petugas medis lainnya harus ditracing dan dikarantina. Area juga harus disterilkan. Tujuannya agar virus tidak menyebar.

"Kondisi sama. Harus ditutup dulu. Hingga diperiksa, ditracing, selesai akan dibuka lagi," ujarnya. Untuk di Puskesmas ada dua kemungkinan, bisa tenaga medis yang positif atau masyarakat yang pernah dirawat disana yang positif. Jadi ditutup dulu untuk sementara. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT