11 September 2020, 16:10 WIB

Korut Perintahkan Tembak Mati untuk Mencegah Penyebaran Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Pemerintah Korea Utara (Korut) memutuskan kebijakan ekstrem untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Otoritas mengeluarkan perintah tembak mati penyelundup untuk mencegah virus covid-19 memasuki negara itu dari Tiongkok, menurut komandan pasukan AS di Korea Selatan.

Korut tergolong negara miskin. Sistem kesehatan di Korut ancur. Negara ini belum mengonfirmasi satu kasus covid-19 yang telah melanda dunia sejak pertama kali muncul di Tiongkok, sekutu utama Korut.

Pyongyang menutup perbatasannya dengan Tiongkok pada Januari untuk mencoba mencegah penularan. Lalu, pada Juli, media pemerintah mengatakan telah menaikkan keadaan daruratnya ke tingkat maksimum.

Baca juga: Trump Akui soal Covid-19

Komandan Pasukan AS Korea (USFK) Robert Abrams mengatakan penutupan perbatasan telah meningkatkan permintaan barang selundupan, sehingga mendorong pihak berwenang untuk campur tangan.

“Korea Utara memperkenalkan zona penyangga baru, satu atau dua kilometer di perbatasan Tiongkok," kata Abrams pada konferensi daring yang diselenggarakan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, Kamis (10/9).

"Mereka punya SOF (Pasukan Operasi Khusus) Korea Utara yang mengambil tindakan. Pasukan serang mereka punya perintah tembak untuk membunuh," ujar Abrams.

Penutupan perbatasan secara efektif, tambahnya, mempercepat efek sanksi ekonomi yang dijatuhkan pada Korut atas program nuklirnya. "Impor dari Tiongkok turun 85%," sambungnya.

Negara yang terisolasi itu juga masih bergulat dengan dampak Topan Maysak. Media pemerintahnya melaporkan lebih dari 2.000 rumah hancur atau terendam.

Akibatnya, Abrams memperkirakan negara itu tidak akan melakukan provokasi besar dalam waktu dekat, meskipun dia mengatakan Pyongyang mungkin memamerkan sistem persenjataan baru pada perayaan ulang tahun ke-75 berdirinya partai berkuasa Kim Jong-un bulan depan.

"Rezim saat ini (militer), pada prinsipnya berfokus untuk memulihkan negara mereka dan membantu mengurangi risiko covid-19," ujar Abrams.

"Kami tidak melihat indikasi apa pun saat ini," imbuhnya.

Tetapi CSIS menerbitkan di situs web-nya gambar satelit dari galangan kapal angkatan laut Korut Sinpo South. Menurut para ahli, itu menunjukkan aktivitas persiapan untuk uji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam," paparnya.

Uji coba rudal Korut yang baru akan menjadi tanda dari kurangnya kemajuan dalam pembicaraan denuklirisasi antara AS dan Pyongyang yang terhenti, meskipun ada banyak pertemuan antara Kim dan Presiden AS Donald Trump.

Trump adalah pemimpin aktif AS pertama yang bertemu dengan seorang anggota dinasti Kim, yang telah memerintah Korut sejak didirikan.

Pada Kamis, Trump mencicit, tanpa penjelasan lebih lanjut, "Kim Jong-un dalam keadaan sehat. Jangan pernah meremehkan dia!" (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT