11 September 2020, 15:47 WIB

Sepekan, Nilai Tukar Rupiah Berada di Level Rp14.850 per USD


Despian Nurhidayat | Ekonomi

PERKEMBANGAN indikator stabilitas nilai rupiah secara periodik yang di sampaikan Bank Indonesia (BI) menyebutkan selama sepekan atau pada 7-11 September 2020, nilai tukar rupiah masih berada pada level (bid) Rp14.850 per USD.

Diketahui bahwa pada Kamis (10/9), rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.820 per USD. Sementara itu, yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke level 6,93%, DXY[1]menguat ke level 93,34 danYield UST (US Treasury) 10 tahun turun ke level 0,677%.

"Per pagi ini, Jumat (11/9), rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.850 per USD danYield SBN 10 tahun naik menjadi 7,04%," ungkap Kepala Departemen Komunikasi Onny Widjanarko dilansir dari keterangan resmi, Jumat (11/9).

Baca juga : Tim P2 Kanwil DJBC Banten Sita 488 Ribu Rokok Ilegal

Lebih lanjut, aliran modal asing minggu kedua September 2020 mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari premi CDS (Credit Default Swaps) Indonesia 5 tahun yang naik ke 91,36 bps per 10 September 2020 dari 86,71 bps per 4 September 2020.

"Berdasarkan data transaksi 7-10 September 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp0,50 triliun, dengan jual neto di pasar saham sebesar Rp2,37 triliun dan beli neto di pasar SBN sebesar Rp1,87 triliun," sambungnya.

Sementara itu, Berdasarkan data setelmen selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp153,29 triliun.

Onny menegaskan bahwa BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, juga menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," pungkas Onny. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT