11 September 2020, 15:00 WIB

Jakarta Kembali PSBB, Hotel dan Restoran Terancam Lakukan PHK Lagi


Hilda Julaika | Megapolitan

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta akan mulai dilakukan pada Senin (14/9). Menurut Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk Jakarta, Krishandi, adanya PSBB yang diperketat ini berpotensi membuat pengusaha harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau pengurangan gaji karyawan lagi.

"Jadi kondisi cash flow pasti akan berantakan lagi bagi para pengusaha. PHK, pengurangan tenaga kerja, pengurangan take home pay itu udah pasti terjadi," kata Krishandi, Jumat (11/9).

Lebih lanjut dijelaskan potensi pengurangan tenaga kerja dan gaji ini kan dialami pada sisa tenaga kerja yang sebelumnya sudah berkurang karena diberlakukannya PSBB awal.

"Jadi, ibaratnya ada 100 karyawan, tapi karena adanya PSBB awal, maka ada 25 karyawan yang di-PHK. Sisa karyawan 75 orang. Nah, dari 75 orang ini berpotensi dikurangi pendapatannya atau di-PHK," paparnya.

Baca juga: Ikappi: Ada Penurunan 70% Omzet Pedagang di Jakarta

Padahal, menurut Krishandi, selama dua bulan terakhir, hotel dan restoran sudah mulai mengalami perbaikan. "Meski belum bisa mencapai Break Even Point (BEP), tapi sudah bisa mengurangi injeksi dari pinjaman atau mengambil modal pribadi pengusaha," ujar Krishandi.

Namun, pihaknya akan tetap mengikuti kebijakan dari pemerintah karena untuk kebaikan masyarakat. Krishandi pun meminta protokol kesehatan bisa diterapkan di seluruh DKI Jakarta. Selain itu, penegakan sanksi harus dilakukan agar PSBB ini berjalan efektif.

"Menurut saya, pemerintah sudah harus tegas dalam memberikan sanksi pelanggaran pada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT